555 CPNS Angkatan Pertama IKN Resmi Dilantik, Basuki Tekankan Empat Karakter Insan Otorita

- Selasa, 09 Juni 2026 | 08:40 WIB
555 CPNS Angkatan Pertama IKN Resmi Dilantik, Basuki Tekankan Empat Karakter Insan Otorita

Sebanyak 555 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) resmi dilantik menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) angkatan pertama Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) di Taman Kusuma Bangsa, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, pada Senin, 8 Juni 2026. Prosesi pelantikan yang dipimpin langsung oleh Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, ini menjadi tonggak sejarah karena untuk pertama kalinya lembaga tersebut memiliki aparatur sipil negara yang direkrut dan dibina secara khusus demi mendukung pembangunan serta penyelenggaraan pemerintahan di ibu kota baru.

Para PNS yang dilantik berasal dari berbagai daerah dengan rentang usia 20 hingga 35 tahun. Dari total tersebut, sebanyak 494 pegawai diangkat untuk pertama kalinya ke dalam Jabatan Fungsional, sementara enam pegawai lainnya dilantik dalam rangka kenaikan jenjang dan perpindahan jabatan fungsional. Momen ini menandai dimulainya babak baru bagi pengisian sumber daya manusia di lingkungan Otorita IKN.

Dalam sambutannya, Basuki menekankan bahwa para pegawai tidak boleh memandang diri mereka sekadar sebagai pekerja di Otorita IKN. Ia mendorong mereka untuk menginternalisasi nilai-nilai dan semangat yang dibangun lembaga tersebut sebagai bagian dari identitas pribadi.

"Jangan hanya bekerja sebagai PNS yang bekerja di Otorita, tetapi jadilah orang Otorita. Anda harus bekerja sebagai insan Otorita, bukan hanya pekerja di Otorita," kata Basuki dalam keterangan tertulis yang diterima media.

Menurut Basuki, tantangan membangun IKN tidak hanya terbatas pada pembangunan fisik, melainkan juga pembentukan ekosistem pemerintahan dan kehidupan masyarakat di ibu kota baru. Oleh karena itu, ia meminta para aparatur sipil negara (ASN) yang baru dilantik untuk menghayati empat karakter utama sebagai insan Otorita IKN.

Karakter pertama yang ditekankan adalah kekuatan yang berasal dari kompetensi. Basuki menilai kemampuan teknis dan profesional menjadi modal utama dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan IKN ke depan. "Membangun IKN tidak gampang. Tantangannya tidak hanya membangun gedung-gedung, tetapi juga membangun kehidupan masyarakat yang akan terus berkembang. Karena itu kita harus kuat karena kompeten," ujarnya.

Sementara itu, karakter kedua adalah keberanian yang lahir dari integritas. Di hadapan para pegawai yang baru saja diambil sumpahnya, Basuki mengingatkan bahwa sumpah jabatan bukanlah sekadar formalitas administratif, melainkan komitmen moral yang harus dijaga sepanjang masa pengabdian. Ia menambahkan, keberanian seorang ASN tidak diukur dari kekuatan fisik, melainkan dari kemampuannya mempertahankan integritas dalam menjalankan tugas dan mengambil keputusan.

Karakter ketiga yang disorot adalah loyalitas profesional. Basuki menegaskan bahwa loyalitas ASN harus ditujukan kepada profesi, tugas, dan amanah yang diemban, bukan kepada individu tertentu. "Loyal pada profesinya, bukan loyal pada individu pimpinan. Anda harus mempunyai professional loyalty," katanya.

Adapun karakter keempat adalah kemampuan untuk berinovasi. Basuki menilai pembangunan IKN membutuhkan aparatur yang mampu berpikir kreatif, berimprovisasi, dan menghasilkan terobosan dalam menghadapi persoalan yang terus berkembang. Keempat karakter ini, menurutnya, menjadi fondasi bagi para ASN untuk berkontribusi secara optimal dalam mewujudkan visi besar Ibu Kota Nusantara.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar