Pemerintah terus mempercepat pembangunan ekosistem migrasi yang aman, profesional, dan terintegrasi dari hulu hingga hilir. Langkah terbaru diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama antara Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) dengan lima mitra strategis di wilayah Kepulauan Riau (Kepri). Kelima mitra tersebut meliputi Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, Pemerintah Kota Tanjungpinang, Pemerintah Kabupaten Karimun, Politeknik Negeri Batam, dan Batam Tourism Polytechnic.
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Mukhtarudin, menjelaskan bahwa transformasi kelembagaan telah terjadi di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo. BP2MI yang sebelumnya berstatus badan operator kini bertransformasi menjadi KP2MI dengan fungsi ganda sebagai operator sekaligus regulator. Perubahan ini diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 139 Tahun 2024 dan Peraturan Presiden Nomor 90 Tahun 2019.
“Bapak Presiden memberikan arahan tegas kepada Kementerian P2MI agar meningkatkan kualitas pelindungan dari sebelum, selama, dan setelah bekerja, serta mengoptimalkan penempatan Pekerja Migran Indonesia terampil dari kategori medium-high skill,” ujar Mukhtarudin dalam keterangannya, Selasa (9/6/2026).
Pernyataan itu ia sampaikan dalam acara penandatanganan yang berlangsung di Gedung Daerah Provinsi Kepulauan Riau, Jalan S.M. Amin Nomor 1, Tanjungpinang, pada Senin (8/6). Menurut Mukhtarudin, keterlibatan pemerintah daerah dan institusi pendidikan menjadi fondasi utama untuk menjawab tantangan bonus demografi di Indonesia. “Di mana melimpahnya usia produktif dalam negeri bertepatan dengan fenomena aging population di berbagai negara maju yang memicu defisit tenaga kerja global,” imbuhnya.
Berdasarkan data SISKOP2MI periode Januari 2025 hingga 4 Juni 2026, secara nasional pemerintah telah memfasilitasi 424.367 layanan penempatan. Lima negara tujuan utama meliputi Taiwan, Hongkong, Malaysia, Jepang, dan Singapura. Potensi ini masih terbuka lebar. Data SIP2MI per 5 Juni 2026 mencatat ada 312.797 peluang kerja luar negeri, namun baru terserap 24,41 persen atau 75.378 posisi. Dengan demikian, masih tersisa 233.401 peluang kerja yang menanti untuk diisi.
Bagi Kepri, potensi ini sangat terasa. Pada periode 2025 hingga 4 Juni 2026, layanan penempatan dari wilayah Kepri mencapai 2.479 layanan. Estimasi remitansi rata-rata Rp5 juta per bulan dari tiap pekerja migran diyakini mampu menciptakan multiplier effect yang kuat bagi UMKM dan daya beli masyarakat di daerah asal.
Namun, Mukhtarudin mengakui bahwa di balik potensi ekonomi tersebut, letak geografis Kepri sebagai wilayah perbatasan menjadikannya titik rawan praktik penempatan non-prosedural dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Sepanjang 1 Januari hingga 31 Mei 2026, BP3MI Kepri telah melakukan 122 kegiatan pencegahan dan berhasil menyelamatkan 479 calon pekerja migran dari keberangkatan ilegal di wilayah Tanjungpinang, Karimun, dan sekitarnya.
Guna menghempas sindikat ilegal sekaligus meningkatkan kualitas pekerja migran, kesepakatan bersama yang ditandatangani hari ini berfokus pada dua pilar sinergi utama. Pilar pertama adalah sinergi dengan pemerintah daerah yang mencakup jajaran Pemerintah Provinsi Kepri, Kabupaten Karimun, dan Kota Tanjungpinang. “Kerja sama ini mencakup penyebarluasan informasi peluang kerja, penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan, layanan pemeriksaan kesehatan, penempatan dan pelindungan, hingga pertukaran data,” imbuh Mukhtarudin.
Melalui kolaborasi ini, KP2MI juga mendorong akselerasi program Desa Migran Emas di tingkat akar rumput. Tujuannya agar desa-desa di Kepulauan Riau dapat berintegrasi menjadi garda terdepan pelindungan sekaligus pusat kemandirian ekonomi bagi purna pekerja migran beserta keluarganya.
Sementara itu, pilar kedua berfokus pada penguatan pelindungan melalui pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi bersama Politeknik Negeri Batam dan Batam Tourism Polytechnic. Langkah konkret pilar ini diwujudkan lewat pembentukan Migrant Center di kampus vokasi sebagai pusat layanan terpadu, penyelarasan kurikulum serta kompetensi berstandar global, hingga pelaksanaan riset penempatan kerja luar negeri yang presisi dengan kebutuhan pasar global. Kehadiran dua politeknik besar di Batam ini secara resmi memperkuat ekosistem vokasi nasional, bergabung dengan 21 perguruan tinggi dan satu lembaga pelatihan di Indonesia yang telah lebih dulu mengukuhkan komitmen serupa.
Langkah penguatan di jenjang pendidikan tinggi vokasi ini selaras dengan arahan Presiden dalam Sidang Kabinet 20 Oktober 2025. KP2MI bertindak sebagai leading sector bersama Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat meluncurkan program quick win SMK Go Global. Melalui program ini, telah dirancang peta jalan penempatan 500.000 tenaga kerja terampil untuk periode 2026 hingga 2029. Mereka dipersiapkan mengisi sektor strategis seperti caregiver, welder, hospitality, nurse, hingga truck driver guna menjadikan Indonesia sebagai Global Talent Supplier.
Mukhtarudin menegaskan bahwa seluruh rangkaian program ini bermuara pada visi besar bernama Brain Circulation. “Kita mendesain agar anak-anak bangsa berangkat sebagai talenta global yang profesional, menimba ilmu, teknologi, dan etos kerja di negara maju, untuk kemudian kembali ke Tanah Air. Pengalaman dan modal yang mereka bawa pulang harus mampu ditransformasikan untuk membangun usaha produktif, berinovasi, dan mempercepat pembangunan di daerah,” urainya.
Lebih lanjut, ia pun mengingatkan seluruh pihak agar berkomitmen penuh pasca-penandatanganan ini. “Sudah menjadi tanggung jawab kita bersama agar ruang lingkup kerja sama ini tidak sebatas formalitas administratif di atas meja. Ke depan, langkah nyata di lapangan adalah pembuktiannya. Mari bersama-sama kita hadirkan tata kelola dan pelindungan yang bermartabat bagi para pejuang ekonomi keluarga,” pungkas Mukhtarudin.
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, menyambut baik dan menyatakan komitmen penuhnya untuk menyukseskan program penguatan pelindungan serta penempatan pekerja migran Indonesia terampil yang diinisiasi oleh Kementerian P2MI. Ansar menegaskan bahwa Pemprov Kepri akan konsisten bergerak bersama pemerintah pusat dan institusi pendidikan demi mencetak tenaga kerja yang sesuai dengan tuntutan pasar global. “Kami akan bersama-sama mempersiapkan tenaga terampil. Insyaallah, kami akan konsisten bersama-sama untuk melakukan hal ini, sesuai dengan tuntutan lapangan kerja yang ada saat ini,” ujar Ansar optimistis.
Salah satu langkah konkret yang menjadi sorotan Ansar adalah optimalisasi potensi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kepri. Menurutnya, pemetaan dan penyiapan lulusan SMK yang matang menjadi kunci utama agar daerah mampu menyuplai tenaga kerja yang kompeten ke berbagai negara tujuan strategis. “Agar lulusan SMK bisa kita pilih dan persiapkan secara matang untuk mengatasi serta mengisi pangsa pasar global yang terbuka lebar,” bebernya.
Sebagai wujud keseriusan dan langkah nyata dari sisi kebijakan daerah, Pemprov Kepri saat ini tengah menyusun skema penganggaran khusus untuk tahun depan. Anggaran ini nantinya akan dialokasikan untuk memfasilitasi uji kompetensi dan sertifikasi internasional bagi para lulusan SMK terpilih di seluruh kabupaten dan kota se-Provinsi Kepri. “Kemudian kita juga sedang menyiapkan anggaran untuk tahun depan. Kita akan menjaring lulusan SMK di semua kabupaten/kota yang nanti kita seleksi untuk mengikuti uji kompetensi dan sertifikasi. Dalam pelaksanaannya, kita akan bekerja sama dengan lembaga sertifikasi yang memiliki kualifikasi dan diakui secara internasional ke depannya,” jelas Ansar.
Langkah responsif dari Pemprov Kepri ini diharapkan dapat langsung menyokong program quick win SMK Go Global yang dipimpin oleh KP2MI. Dengan adanya jaminan sertifikasi resmi dan kompetensi yang teruji dari hulu, para lulusan SMK dari wilayah Kepri tidak hanya siap bersaing secara legal dan aman di kancah internasional, tetapi juga terhindar dari risiko penempatan non-prosedural.
Acara penting ini dihadiri langsung oleh Gubernur Kepri Ansar Ahmad, Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris, Sekda Kepri Misni, Kapolda Kepri Irjen Pol. Asep Safrudin, Danrem 033/Wira Pratama Brigjen TNI Bambang Herqutanto, Dankodaeral IV Laksamana Muda TNI Berkat Widjanarko, Kepala Kejaksaan Tinggi Kepri J. Devy Sudarso, Kabinda Kepri Brigjen TNI Bonar Panjaitan, Konsul Jenderal RI untuk Johor Bahru Sigit Suryantoro Widiyanto, Bupati Karimun Ing. H. Iskandarsyah, serta Wakil Wali Kota Tanjungpinang Drs. H. Raja Ariza. Sementara itu, Mukhtarudin didampingi oleh Sekretaris Jenderal KP2MI Komjen Pol. Dwiyono, Direktur Jenderal Pemberdayaan Fachri, dan Direktur Jenderal Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri (P3KLN) Dwi Setiawan Susanto.
Artikel Terkait
Kementerian Sosial Minta Aceh Utara Penuhi Syarat Teknis Lahan Sebelum Bangun Sekolah Rakyat
Menantu Tersangka Pembunuhan Berencana, Racuni Sate Ayam untuk Mertua di Boyolali
Disway National Network Gelar Penghargaan Kepala Daerah 2026, Dahlan Iskan Pimpin Forum Dorong Ekonomi Nasional
Kaca KRL Pecah Dilempar Orang Tak Dikenal, Seorang Penumpang Terluka