Teknologi Laser Diklaim Bantu Atasi Penggumpalan Darah dan Cegah Komplikasi

- Sabtu, 07 Maret 2026 | 11:45 WIB
Teknologi Laser Diklaim Bantu Atasi Penggumpalan Darah dan Cegah Komplikasi

Nyeri dada dan sesak napas itu datang tiba-tiba, menghentikan aktivitas sehari-hari Anita Hamza. Perempuan 49 tahun ini punya riwayat kesehatan yang cukup berat: pembengkakan jantung, kolesterol, dan asam urat tinggi. Tapi kisahnya tidak berakhir di situ. Kini, kondisinya jauh lebih baik. Perubahannya dimulai dari komitmen untuk mengubah pola hidup, ditambah dengan penggunaan sebuah teknologi bernama laser.

Dalam perjalanannya, Anita berbagi cerita. Perjuangannya menjaga jantung bukan hal mudah. Namun begitu, pengalamannya ini bisa jadi inspirasi buat banyak orang untuk lebih peka pada sinyal tubuh sendiri. Gaya hidup sehat, katanya, harus dimulai dari sekarang.

Lalu, apa sebenarnya teknologi laser itu?

Pada dasarnya, ini adalah teknologi yang memproduksi sinar laser. Dulu mungkin cuma dikenal sinar merah. Tapi sekarang sudah berkembang. Ada tiga warna: merah, biru, dan kuning. Salah satu alat yang beredar di pasaran adalah Dr Laser dari Gogomall.

Prinsip kerjanya begini. Saat sinar laser ini mengenai penggumpalan darah di dalam pembuluh, gumpalan itu bisa terurai. Nah, buat Anda yang punya hipertensi, diabetes, atau kolesterol tinggi, kemungkinan ada penggumpalan darah perlu diwaspadai. Alat ini dipakai di pergelangan tangan, cukup tiga kali sehari sebagai bagian dari rutinitas hidup sehat. Kalau dipakai sekarang, peluang untuk hidup lebih sehat di masa depan terbuka lebar.

Intinya, teknologi ini membantu menjaga kualitas darah kita. Sel-sel darah di pembuluh dioptimalkan kerjanya. Bahkan, kolesterol yang menempel di dinding pembuluh bisa diubah menjadi energi. Lumayan, bukan?

Teknologi low level laser ini juga disebut-sebut bisa membantu mengendalikan tekanan darah tinggi. Caranya dengan meningkatkan kualitas darah dan pembuluh darah itu sendiri. Aliran darah jadi lebih lancar, sehingga kekentalan darah bisa dicegah.

Editor: Redaksi MuriaNetwork


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar