Dua warga Palestina meninggal dunia setelah ditembak oleh pemukim Israel di Tepi Barat tengah. Insiden berdarah ini terjadi di desa Al-Mughayyir, tak jauh dari Ramallah, dan menambah panjang daftar korban di wilayah yang sudah memanas itu.
Menurut keterangan Bulan Sabit Merah Palestina, para korban terkena tembakan langsung saat pemukim Israel melancarkan serangannya. Selain dua orang yang tewas, empat lainnya mengalami luka-luka.
“Dua orang tewas satu berusia 13 tahun dan satu lainnya 32 tahun serta empat orang terluka akibat tembakan langsung,”
demikian bunyi pernyataan organisasi kemanusiaan itu, seperti dilansir AFP pada Selasa (21/4/2026).
Militer Israel sendiri menyatakan sedang melakukan penyelidikan terkait insiden ini. Seperti kita tahu, Tepi Barat telah diduduki oleh Israel sejak tahun 1967, dan situasinya makin tegang belakangan ini.
Memang, gelombang kekerasan di sini melonjak drastis pasca serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023, yang kemudian memicu perang dahsyat di Gaza. Konflik di satu wilayah seakan menyulut bara di wilayah lainnya.
Data yang dihimpun AFP dari Kementerian Kesehatan Palestina menunjukkan angka yang suram: sedikitnya 1.061 warga Palestina telah tewas di Tepi Barat sejak konflik Gaza berkecamuk. Mereka menjadi korban, baik akibat operasi pasukan Israel maupun serangan dari para pemukim.
Di sisi lain, otoritas Israel mencatat setidaknya 46 warganya gabungan sipil dan tentara tewas dalam serangan yang dilakukan pihak Palestina atau selama operasi militer Israel di periode yang sama. Tarik-menarik angka korban ini menggambarkan betapa rumit dan berlarutnya situasi.
Artikel Terkait
Bayi 7 Bulan Tewas Ditembak Tentara Israel di Tepi Barat, Orang Tua Luka-luka
PSSI Waspadai Mozambik Usai Timnas Indonesia Kalahkan Oman 3-0
Saleh Dorong Nobar Piala Dunia 2026 Jadi Ajang Edukasi dan Penggerak Ekonomi UMKM
Herdman Minta Timnas Indonesia Tak Larut dalam Euforia Kemenangan 3-0 atas Oman