The New York Times pernah melaporkan, Kheibar adalah rudal berbahan bakar padat dengan sistem panduan yang canggih. Jangkauannya mencapai 1.450 kilometer jarak yang cukup untuk menyentuh wilayah Israel dari wilayah Iran. Yang membuatnya lebih mengkhawatirkan adalah hulu ledaknya yang disebut mampu bermanuver. Kemampuan ini dirancang untuk mengelabui pertahanan udara lawan, yang tentu saja meningkatkan ancamannya.
Dengan spesifikasi macam itu, Kheibar jelas jadi aset strategis dalam gudang senjata Iran. Klaim penggunaannya hari ini bukan hal sepele; ini langsung memanaskan ketegangan yang sudah ada dan menyedot perhatian dunia internasional.
Di sisi lain, semua masih berupa klaim. Belum ada bukti visual atau laporan independen yang mengonfirmasi dampak serangan di lapangan. Kita hanya bisa menunggu. Pernyataan resmi dari kedua belah pihak, terutama dari Israel, sangat dinantikan untuk menerangi situasi yang masih samar-samar ini. Semuanya berkembang dengan cepat, dan ketidakpastian adalah satu-satunya hal yang pasti untuk saat ini.
Artikel Terkait
Singapura Luncurkan Visa Khusus untuk Talenta AI dan Teknologi Mulai 2027
Pemerintah Alihkan Impor Minyak dari Timur Tengah ke AS Imbas Konflik
Gubernur DKI Siap Tertibkan Terminal Bayangan Jelang Mudik
Pengadilan Bebaskan Pengacara Junaedi Saibih dari Dakwaan Suap Hakim