Masjid Al Huda di Wonosari, Gunungkidul, kini tinggal kenangan. Bangunannya sudah rata dengan tanah. Ironisnya, pembongkaran itu justru dilakukan sendiri oleh pengurus masjid, setelah terbuai janji manis dari seorang donatur yang kini raib entah ke mana.
Cerita bermula bulan November lalu. Menurut Budi Antoro, Ketua II Takmir masjid, saat itu muncul dua orang pria. Mereka mengaku berasal dari Gari dan Ngawen.
Kedua tamu itu menemui para sesepuh dan takmir. Intinya, mereka menawarkan bantuan yang sulit ditolak: mau membiayai pembangunan masjid baru hingga 99% selesai. Syaratnya cuma satu.
"Masjid lama harus dibongkar dulu," ujar Budi.
Tanpa pikir panjang, warga pun menyetujui. Dalam waktu hanya dua hari, bangunan masjid itu dibongkar habis. Semua dilakukan dengan penuh harapan akan segera melihat rumah ibadah yang lebih baik berdiri di tempat yang sama.
Namun begitu, harapan itu pupus seketika.
Usai pembongkaran, kedua orang itu hilang bagai ditelan bumi. Tak ada kabar, apalagi realisasi dana yang dijanjikan. "Tidak ada sama sekali," keluh Budi. "Tidak ada dana masuk setelah pembongkaran itu."
Upaya komunikasi akhirnya bisa dilakukan dengan yayasan yang disebut-sebut di belakang donatur itu. Hasilnya? Pihak yayasan mengaku belum bisa memutuskan apa-apa. Mereka bilang, perlu persetujuan pimpinan lebih dulu. Alias, mandek.
Situasi ini jelas memukul warga. Di Pedukuhan Gari, masjid itu adalah satu-satunya. Kini, sekitar 320 kepala keluarga atau 850 jiwa terpaksa menyesaki musala-musala kecil untuk beribadah. Kondisinya memang darurat.
"Karena posisi masjid sekarang sudah rata dengan tanah," tutur Budi, menggambarkan kekosongan yang tertinggal.
Kini, yang tersisa hanya penyesalan dan tumpukan puing. Janji tinggal janji, sementara warga harus berjuang mencari tempat untuk sekadar menunaikan shalat berjamaah.
Artikel Terkait
Tukang Ojek Dilaporkan ke Polisi Usai Kecelakaan Fatal di Jalan Rusak Pandeglang
Piche Kota Bantah Tuduhan Pemerkosaan, Siap Ikuti Proses Hukum
ICC Mulai Sidang Praperadilan Krusial untuk Duterte Terkait Kampanye Anti-Narkoba
Pemerintah Tegaskan Produk AS Tetap Wajib Sertifikasi Halal