Indonesia Siapkan Prabowo Jadi Mediator Iran-AS, Tunggu Izin Kedua Pihak

- Rabu, 04 Maret 2026 | 02:45 WIB
Indonesia Siapkan Prabowo Jadi Mediator Iran-AS, Tunggu Izin Kedua Pihak

Di tengah ketegangan yang memanas antara Iran dan Amerika Serikat, Indonesia mengulurkan tangan. Menteri Luar Negeri Sugiono secara terbuka menyatakan kesiapan Presiden Prabowo Subianto untuk bertindak sebagai mediator. Tawaran itu, meski sudah di atas meja, sepenuhnya bergantung pada kemauan politik Washington dan Teheran.

"Kalau kedua belah pihak berkeinginan, ya kita, Pak Presiden bersedia untuk menjadi mediator," ujar Sugiono.

Pernyataan itu disampaikannya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa malam (3/3/2026).

Namun begitu, Sugiono juga realistis. "Tetapi kalau misalnya ada pandangan seperti itu, ya kita kembalikan kepada mereka," tambahnya, merujuk pada kemungkinan bahwa negosiasi lanjutan mungkin tak kunjung terjadi. Intinya, Indonesia tak mau memaksakan diri. Mereka hadir sebagai penawar solusi, bukan pihak yang ikut campur secara gegabah.

Posisi Jakarta sendiri cukup jelas: ingin menjadi jembatan. Menurut Menlu, upaya ini intinya adalah meminimalisir perbedaan yang ada. Meski belum ada langkah konkret yang terlihat seperti diakui Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi Indonesia tetap akan memantau situasi dengan cermat. Dinamika geopolitik di Timur Tengah bukan hal sepele, dan mereka tak ingin tinggal diam.

"Yang pasti, Indonesia ingin ada dalam posisi bahwa bagaimana kita bisa menjadi jembatan dari perbedaan, menawarkan kesiapan kita, menawarkan diri kita," tegas Sugiono.

Sebelumnya, kabar dari Kementerian Luar Negeri menyebutkan bahwa jika disetujui, Prabowo siap terbang langsung ke Teheran. Tujuannya satu: memfasilitasi dialog. Ini adalah bagian dari komitmen yang lebih luas, upaya pemerintah untuk ikut menciptakan kembali kondisi keamanan yang lebih kondusif di kawasan itu. Sebuah langkah berani, tentu saja. Tapi semua masih menunggu jawaban dari kedua negara yang bersitegang.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar