Veda Ega Pratama Masih yang Terdepan, Tapi Jalan Masih Panjang
Veda Ega Pratama masih memimpin. Di gelaran Moto3 2026, pembalap muda Indonesia itu belum tergoyahkan sebagai rookie terbaik. Brian Uriarte dan Hakim Danish, rival terdekatnya, masih berusaha mengejar tapi belum berhasil menyentuh posisinya.
Dua seri awal sudah dilewati. Dari Thailand dan Brasil, Veda berhasil mengumpulkan 27 poin. Raihan itu cukup nyaman untuk menjaga jarak, sekaligus menegaskan bahwa dialah debutan paling menjanjikan musim ini. Namun begitu, persaingan tentu belum berakhir.
Dari delapan pembalap baru, tekanan paling berarti memang datang dari Brian Uriarte. Pembalap asal Spanyol itu mengoleksi 23 poin dan nangkring di posisi kesembilan klasemen umum. Di bawahnya, ada Rico Salmela dengan 20 poin dari tiga balapan. Lalu Casey O’Gorman (12 poin), dan Hakim Danish yang baru mengantongi sembilan poin.
Beberapa nama lain mulai bergerak. Jesus Rios, misalnya, menunjukkan perkembangan dengan finis ke-15 di Spanyol. Sementara dua rookie lainnya, Leo Rammerstorfer dan Zen Mitani yang jadi rekan satu tim Veda di Honda Team Asia masih kesulitan meraih angka.
Hal menarik? Sebagian besar "pendatang baru" ini sebenarnya sudah punya pengalaman. Mereka pernah turun di Moto3, meski cuma beberapa seri. Hanya Veda dan Rammerstorfer yang benar-benar murni debutan, tanpa bekal balapan sebelumnya sama sekali.
Momentum Terhenti di Texas
Tapi, tren positif Veda sempat terpaksa berhenti. Itu terjadi di Circuit of the Americas, Austin, Amerika Serikat, Senin dini hari lalu.
Start dari posisi keempat, Veda langsung tampil agresif. Duel sengit terjadi sejak lampu hijau. Bahkan di lap keempat, ia sempat mencatat lap tercepat. Namanya sempat terlempar ke posisi delapan, tapi ia berhasil bangkit dan kembali ke barisan depan.
Sayangnya, nasib berkata lain. Di lap kelima, saat berusaha menjaga ritme, motor yang dikendarainya tiba-tiba kehilangan traksi di sebuah tikungan. Terjadi highside. Veda terlempar. Balapannya harus berakhir di sana, tanpa poin.
Berita baiknya, kondisi fisiknya baik-baik saja. Dan dari insiden itu, ia mengaku mendapat pelajaran berharga.
“Bukan akhir pekan yang baik buat kami di Austin, tapi kami mengambil pelajaran dari sini dan beranjak,” tulisnya di media sosial.
Veda juga meminta maaf kepada tim dan berjanji akan kembali lebih kuat. Insiden ini memang jadi catatan minor setelah awal musim yang gemilang: finis kelima di Thailand dan naik podium ketiga di Brasil.
Pandangan ke Spanyol
Kini, perhatian beralih ke Spanyol. Circuito de Jerez akan menjadi ajang balapan berikutnya pada 26 April 2026. Ini momentum krusial bagi Veda untuk kembali ke jalur kemenangan dan merangsek naik di klasemen.
Peluangnya masih terbuka lebar. Performa dua seri awal membuktikan kemampuannya. Pembuktian selanjutnya? Kita lihat saja di Jerez, 24-26 April mendatang.
Berikut klasemen sementara rookie Moto3 2026:
- Veda Ega Pratama – 27 poin (Peringkat ke-7 umum)
- Brian Uriarte – 23 poin (Peringkat ke-9)
- Rico Salmela – 20 poin (Peringkat ke-10)
- Casey O’Gorman – 12 poin (Peringkat ke-12)
- Hakim Danish – 9 poin (Peringkat ke-14)
- Jesus Rios – 1 poin (Peringkat ke-22)
- Leo Rammerstorfer – 0 poin (Peringkat ke-23)
- Zen Mitani – 0 poin (Peringkat ke-24)
Artikel Terkait
Lamine Yamal Cedera Hamstring, Absen hingga Akhir Musim La Liga tetapi Diprediksi Pulih untuk Piala Dunia 2026
Veda Ega Pratama Siap Bangkit di Moto3 Spanyol Usai Crash di Austin, Modal Kenangan Manis Jerez
Peluang Megawati Kembali ke V-League Meredup, Red Sparks Beralih ke Pemain China
PSM Makassar Kalahkan Persik Kediri 2-0, Boboev Buktikan Janji di Lapangan