Suasana Haru di TPU Karet Bivak, Warga Ziarah untuk Obati Rindu di Hari Lebaran

- Minggu, 22 Maret 2026 | 11:15 WIB
Suasana Haru di TPU Karet Bivak, Warga Ziarah untuk Obati Rindu di Hari Lebaran

Jakarta - Suasana Lebaran di TPU Karet Bivak terasa berbeda. Tempat yang biasanya sepi itu justru ramai oleh peziarah. Ternyata, momen Idulfitri 1447 Hijriah menjadi waktu bagi banyak orang untuk mengobati rindu pada keluarga yang telah pergi.

Seperti Puspita (26). Perempuan ini menghabiskan hari kedua Lebarannya di antara nisan. "Lebih ke kangen aja sih," akunya saat ditemui Minggu (22/3/2026).

"Kan yang kita sayang udah nggak ada. Jadi ya sekeluarga nyekar buat doain yang udah tiada," ujarnya.

Rupanya, ini bukan kunjungan pertamanya. Sehari sebelumnya, di hari pertama Lebaran, dia juga sudah datang. Dorongan untuk kembali sederhana: rasa kangen yang tak tertahankan. Baginya, mendoakan orang tua yang telah berpulang adalah bentuk cinta yang masih bisa diberikan.

"Karena kan orang meninggal itu akan tenang kalau yang masih hidup, keluarganya masih doain mereka terus," tambah Puspita.

Di sisi lain, ada juga Andre (27). Bagi pria ini, ziarah pasca-Lebaran sudah jadi tradisi turun-temurun di keluarganya. Waktunya memang selalu setelah hari H.

"Kemarin itu masih kumpul keluarga, jadi ke sininya hari ini. Emang dari dulu selalu waktunya pasti setelah lebaran sih," jelas Andre.

Lebih dari sekadar rutinitas, kegiatan ini punya makna mendalam baginya. Ziarah adalah pengingat yang mengharu-biru tentang kodrat setiap manusia. "Iyalah, biar keluarga yang udah nggak ada itu mereka tenang," katanya.

"Ya jangan sampai kita yang masih hidup lupa sama mereka. Karena sebagai pengingat juga. Entah kapan posisi kita juga akan sama kayak mereka, kan nggak akan selamanya hidup juga."

Sambil berbicara, Andre mengaku bersyukur masih bisa merayakan Lebaran bersama istri dan anak. Soal mudik? Dia cuma geleng-geleng. "Nggak punya kampung," ucapnya polos. Keluarganya sendiri dan keluarga istrinya sudah berakar di Jakarta dan Bekasi. "Jadi ya stay di Jakarta aja."

Begitulah suasana di Karet Bivak. Di tengah euforia Lebaran, ada ruang hening untuk mengenang. Tempat di mana kerinduan bertemu dengan doa, dan tradisi menjadi jembatan antara yang pergi dan yang tinggal.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar