Bantuan UEA untuk Korban Banjir Medan Ditarik Paksa Usai Tekanan Pusat

- Jumat, 19 Desember 2025 | 20:25 WIB
Bantuan UEA untuk Korban Banjir Medan Ditarik Paksa Usai Tekanan Pusat

MURIANETWORK.COM – Keputusan itu tentu mengejutkan banyak pihak. Bagaimana tidak, bantuan kemanusiaan dari Uni Emirat Arab yang sudah sampai ke tangan korban banjir di Medan, tiba-tiba ditarik kembali. Wali Kota Medan, Rico Waas, akhirnya angkat bicara soal langkah kontroversial ini.

Rupanya, tekanan datang dari atas. Pemerintah pusat dan provinsi disebut memberikan teguran keras terkait penerimaan bantuan dari luar negeri itu. Alhasil, meski sudah diserahkan secara simbolis oleh Wakil Duta Besar UEA, Shaima Al Hebsi, pada pertengahan Desember lalu, seluruh paket bantuan terpaksa dikembalikan.

"Pemerintah Pusat belum membuka diri untuk menerima bantuan dari pihak asing, sehingga kami harus mengikuti regulasi tersebut dan mengembalikan bantuan ini,"

Ujar Rico Waas di Medan Barat, Jumat lalu. Nada suaranya terdapat kepatuhan, meski situasinya jelas rumit.

Ini yang jadi persoalan: sebagian bantuan itu termasuk beras dan sembako sudah terlanjur dibagikan ke warga. Menyusul instruksi, Pemkot Medan pun bertindak drastis. Mereka menarik kembali bantuan dari masyarakat yang sebenarnya sangat membutuhkan. Bayangkan saja, barang-barang yang sudah diterima harus dikumpulkan lagi. Ada 30 ton beras, ratusan paket sembako, plus perlengkapan bayi dan ibadah yang akhirnya kembali ke pemberi.

Lalu, apa penggantinya? Rico Waas belum bisa memberikan kepastian. Apakah logistik dari pemkot akan segera dialirkan untuk menutupi kekosongan itu? Pertanyaan itu masih menggantung.

Di sisi lain, keluhan warga terdampak justru makin keras. Di daerah seperti Medan Marelan, misalnya, mereka mengeluh belum merasakan bantuan sama sekali. Banjir besar yang melanda 19 kecamatan memang meninggalkan situasi yang pelik.

Menanggapi hal ini, Wali Kota tampaknya lebih memilih jawaban yang normatif. "Regulasi dari pusat dan instruksi Gubernur harus kita patuhi. Mengenai distribusi bantuan di wilayah lain, kami sedang upayakan sesuai prosedur yang ada," katanya.

Reaksi masyarakat pun beragam. Banyak yang kecewa, tentu saja. Setelah rumah terendam berhari-hari, harapan mereka pada bantuan logistik yang sudah diterima pupus begitu saja. Kebijakan ini, mau tidak mau, menyisakan tanda tanya besar tentang koordinasi dan prioritas di tengah keadaan darurat.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar