Menhan Tinjau Kesiapan Satuan TNI di Indramayu dan Garut, Tekankan Pengabdian pada Rakyat

- Kamis, 23 April 2026 | 14:30 WIB
Menhan Tinjau Kesiapan Satuan TNI di Indramayu dan Garut, Tekankan Pengabdian pada Rakyat

Menhan Tinjau Satuan TNI di Indramayu dan Garut, Tegaskan Jiwa Korsa dan Loyalitas

Kamis siang itu, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyambangi dua satuan tempur TNI. Kunjungannya berlangsung di Brigif TP 34/Cakra Buana dan Yonif TP 889/Gagak Winangsih yang bermarkas di Indramayu, sebelum kemudian berlanjut ke Yonif TP 890/Gardha Sakti di Garut. Agenda utamanya sederhana: mengecek langsung kesiapan para prajurit di lapangan.

Di hadapan mereka, Sjafrie menyampaikan pesan yang tegas. Setiap prajurit, katanya, adalah penjaga kedaulatan NKRI. Tugas itu luas jangkauannya. Bukan cuma soal wilayah penugasan, tapi mencakup seluruh kepentingan nasional dari ujung barat hingga timur Indonesia.

"Prajurit TNI berasal dari rakyat, dibesarkan oleh rakyat, dan pada hakikatnya harus mengabdi sepenuhnya untuk kepentingan rakyat Indonesia dengan berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945,"

ujarnya, Kamis (23/4/2026).

Tak cuma itu. Menhan juga kembali mengingatkan soal fondasi moral yang harus kokoh. Sapta Marga dan Sumpah Prajurit, menurutnya, adalah landasan yang tak boleh goyah. Profesionalisme harus terus diasah lewat latihan rutin, kerja keras, dan kemauan untuk berkembang tiada henti.

Di sisi lain, hubungan dengan warga sekitar juga jadi perhatian serius. Sjafrie mengingatkan seluruh anak buahnya untuk menjaga hubungan yang harmonis dengan masyarakat. Hindari tindakan yang bisa melukai perasaan rakyat, baik dilakukan perorangan maupun secara berkelompok.

"Nilai-nilai jiwa korsa, disiplin, loyalitas, dan kepatuhan kepada pimpinan turut ditekankan sebagai fondasi utama dalam kehidupan keprajuritan,"

tegasnya lagi.

Di akhir kunjungan, Sjafrie tak lupa menyampaikan apresiasi. Dia merasa bangga melihat semangat yang terpancar dari para prajurit. Pesan terakhirnya: tingkatkan terus kemampuan. Asah setiap keterampilan yang ada, karena itu akan jadi bekal berharga untuk menghadapi segala ancaman dan, yang paling penting, untuk melindungi seluruh rakyat Indonesia.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar