Hari ini, IHSG ditutup melemah. Tak banyak pergerakan sih, cuma turun 18,15 poin atau sekitar 0,20 persen, sehingga berada di level 8.992,18. Zona merah lagi, memang.
Nah, menurut analisis MNC Sekuritas yang dirilis Jumat lalu, kondisi ini masih masuk dalam bagian dari koreksi. Mereka bilang, IHSG masih rawan terkoreksi dan berpotensi menguji level terdekat di kisaran 8.988 hingga 8.956. Di sisi lain, kalau mau coba bangkit, area penguatan pertama yang perlu ditembus ada di 9.024-9.034.
Secara teknis, support berikutnya ada di 8.905, sementara resistance-nya ada di 9.120 dan 9.192.
Lalu, saham apa saja yang masuk radar analis mereka? Beberapa rekomendasi buy on weakness dikeluarkan. Berikut rinciannya.
ADRO sempat menguat cukup signifikan, 3,98 persen ke Rp2.350, dengan volume pembelian yang meningkat. Analis memperkirakan saham ini sedang dalam fase penguatan tertentu.
Rekomendasi beli di kisaran Rp2.260-2.320. Target harga ditetapkan di Rp2.420 dan Rp2.490, dengan stoploss di bawah Rp2.180.
BBCA justru mengalami koreksi tipis 0,65 persen ke Rp7.650. Tekanan jual masih terasa mendominasi, dan posisinya diperkirakan masih dalam tahap koreksi juga.
Beli di area Rp7.525-7.625. Targetnya lebih tinggi, di Rp7.800 dan Rp8.100. Stoploss ditaruh di bawah Rp7.375.
ESSA naik sedikit 0,75 persen ke Rp670. Tapi jangan senang dulu, karena tekanan jual yang muncul justru cenderung meningkat. Posisinya diperkirakan baru di awal fase penguatan.
Rekomendasi beli di Rp650-670. Target harga untuk saham ini adalah Rp710 dan Rp745, dengan batas stoploss di bawah Rp640.
Terakhir, ada MAPI yang melesat 4,55 persen ke Rp1.265. Penguatannya didukung volume beli yang solid, bahkan berhasil menembus beberapa level moving average penting. Analis melihat saham ini sedang dalam gelombang penguatan yang kuat.
Beli saat melemah di harga Rp1.225-1.245. Targetnya di Rp1.285 dan Rp1.300. Kalau sampai jatuh di bawah Rp1.215, sebaiknya cut loss.
Begitulah kira-kira pandangan pasar dari riset tersebut. Semua data dan proyeksi ini tentu perlu disikapi dengan bijak, mengingat pasar saham selalu penuh kejutan.
Artikel Terkait
IHSG Anjlok 6,61% dalam Sepekan, Investor Asing Catat Net Jual Rp2,95 Triliun
VKTR Revisi Target Rights Issue, Naikkan Jumlah Saham Baru Jadi 25 Juta
MNC Finance Gandeng BuPeri Foundation Optimalkan Pengelolaan Sampah dari Lingkungan Karyawan
IHSG Anjlok 3,4%, Saham BBCA Terjun ke Level Pandemi akibat Aksi Jual Asing Rp2 Triliun