Malam itu di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, berlangsung dengan tempo yang gila-gilaan. Hanya dalam 45 menit pertama, sudah empat bola yang menggoyang jala. PSM Makassar, sang tuan rumah, menjamu Persita Tangerang dalam lanjutan Liga 1 2025/2026, Senin (2/3/2026). Awalnya, semuanya berjalan mulus bagi Juku Eja. Mereka unggul cepat, bahkan dengan dua gol. Tapi sepak bola memang tak pernah bisa ditebak. Persita bangkit, dan laga yang panas itu akhirnya berakhir dengan angka 2-2.
Lucunya, justru Persita yang lebih dulu menancap. Dalam lima menit awal, mereka dapat dua sepak pojok beruntun. Kiper PSM, Reza Arya Pratama, harus bekerja keras untuk meredam ancaman itu.
Namun begitu, respons tuan rumah sangatlah dingin. Victor Dethan melesat di sisi kanan, permainannya eksplosif. Umpan pendeknya menciptakan kekacauan di kotak penalti Persita. Di tengah kerumunan itu, Yuran Fernandes terjatuh. Wasit tak ragu, ia menunjuk titik putih.
Bek asal Tanjung Verde itu sendiri yang maju sebagai eksekutor. Dengan mental baja, ia menaklukkan Igor Rodrigues. Gol! Baru menit ketujuh, PSM sudah memimpin 1-0.
Gol awal itu seperti memberi suntikan percaya diri. Anak-anak asuh Tomas Trucha mulai memainkan permainan mereka, mengendalikan tempo dengan kombinasi apik di lini tengah. Daisuke Sakai dan Ananda Raehan membuat sirkulasi bola terlihat begitu cair. Tekanan mereka berbuah manis lagi di menit ke-26. Aloisio Neto Soares, dengan cerdik, memanfaatkan kelengahan bek Persita. 2-0! Stadion bergemuruh, seolah kemenangan sudah di depan mata.
Tapi tunggu dulu. Sepak bola selalu punya cerita lain.
Persita tak mati begitu saja. Perlahan-lahan, mereka menemukan ritme. Serangan balik cepat, yang jadi ciri khas tim besutan Carlos Gonzales Pena, mulai merepotkan pertahanan PSM. Momentum pun berbalik dalam jeda yang singkat.
Andrejic Aleksa berhasil memperkecil ketertinggalan lewat titik penalti.
Tak lama berselang, giliran Pablo Ganet yang menyamakan kedudukan. Babak pertama yang penuh tensi tinggi itu ditutup dengan skor 2-2. Pertandingan berubah total, bukan lagi soal teknik, tapi lebih pada adu mental dan ketahanan.
PSM jelas kecewa. Memimpin dua gol lalu dilepas begitu saja adalah pelajaran mahal. Dominasi tanpa konsistensi memang sering berujung petaka. Di sisi lain, Persita membuktikan karakter tangguh mereka. Tertinggal bukanlah akhir dari segalanya.
Babak kedua menjadi ajang pembuktian. Bisakah PSM merebut kembali kendali? Atau justru Persita yang akan menyelesaikan drama kebangkitan mereka? Di Parepare, malam masih panjang dan cerita belum usai.
Susunan Pemain:
PSM Makassar (4-3-3):
Reza Arya Pratama; Yuran Fernandes, Dusan Lagator, Aloisio Neto Soares, Mufli Hidayat; Sheriddin Boboev, Ananda Raehan, Daisuke Sakai; Victor Dethan, Rizky Eka Pratama, Alex Tanque.
Pelatih: Tomas Trucha.
Persita Tangerang (4-3-3):
Igor Rodrigues; Zalnando, Javlon Guseynov, Tamirlan Kozubaev, Mario Jardel; Ramon Bueno, Pablo Ganet, M. Zulfan Mukti; Rayco Rodriguez, Andrejic Aleksa, Ahmad Nur Hardianto.
Pelatih: Carlos Gonzales Pena.
Artikel Terkait
Kurniawan Minta Maaf Usai Timnas U-17 Takluk dari Malaysia
Mantan Kiper Arsenal dan Austria, Alex Manninger, Tewas dalam Kecelakaan Kereta Api
Nathan Tjoe-A-On Kembali Bermain Usai Kasus Paspor, Willem II Raih Kemenangan
Pelatih Persija Ingatkan Konsistensi Jadi Kunci Kejar Gelar Juara