Menlu: Pembahasan Keanggotaan Indonesia di Board of Peace Ditangguhkan Sementara

- Rabu, 04 Maret 2026 | 02:50 WIB
Menlu: Pembahasan Keanggotaan Indonesia di Board of Peace Ditangguhkan Sementara

Desakan Majelis Ulama Indonesia agar pemerintah keluar dari Board of Peace (BoP) akhirnya mendapat respons. Menteri Luar Negeri Sugiono angkat bicara, menanggapi tekanan yang muncul menyusul memanasnya konflik di Timur Tengah.

Di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa lalu, Sugiono terlihat oleh wartawan. Intinya? Semua pembicaraan soal BoP kini ditangguhkan. "On hold," katanya. Fokus diplomasi kita, jelasnya, sudah beralih sepenuhnya ke situasi keamanan yang meledak di Iran. Semua perhatian teralihkan ke sana.

"Ya ini semua pembicaraan BoP on hold, semua apa namanya perhatian shifted ke situasi di Iran,"

Meski begitu, komunikasi dengan negara-negara sahabat tetap berjalan. Bahkan intensif. Terutama dengan rekan-rekan di kawasan Teluk, yang notabene juga anggota BoP. Mereka sendiri ikut merasakan dampak serangan dalam eskalasi terbaru ini.

"Kalau misalnya BoP kita juga tetap sama temen-teman kita konsultasi dan kosultasi dengan rekan-rekan kita di Teluk, karena mereka mengalami juga diserang, karena mereka juga anggota BoP juga,"

Pernyataan menteri ini tak lepas dari sikap keras MUI yang dikeluarkan beberapa hari sebelumnya. Lembaga itu secara tegas mengutuk serangan AS dan Israel ke Iran, yang mereka sebut brutal dan memicu situasi mencekam.

Dalam pernyataan tertulisnya, MUI menyodorkan sembilan poin tuntutan. Salah satunya mendorong negara-negara lain untuk menjadi juru damai. Poin lain yang lebih spesifik: mendesak pemerintah Indonesia mencabut keanggotaannya dari Board of Peace bentukan Presiden AS Donald Trump. Alasannya, forum itu dinilai gagal total. Tidak efektif menjaga keamanan dunia, malah dianggap memperkuat ketimpangan.

"Amerika Serikat, yang tengah memainkan peran sentral dalam pengelolaan konflik Palestina melalui BoP, menghadapi pertanyaan besar yaitu apakah strategi tersebut sungguh diarahkan untuk perdamaian yang adil, atau justru memperkuat arsitektur keamanan yang timpang dan mengubur kemerdekaan Palestina?"

MUI menilai yang terjadi justru paradoks. Alih-alih menciptakan perdamaian, Trump malah melakukan serangan bersama Israel terhadap Iran. Aksi itu, menurut mereka, berisiko memicu perang regional yang lebih luas, melibatkan banyak kekuatan, baik langsung maupun melalui proxy.

Nah, di tengah tekanan domestik ini, pemerintah lewat Menlu Sugiono memilih jalan hati-hati. Bukan keluar, tapi menunda. Sambil terus berkonsultasi, sambil menunggu arah angin di kawasan yang masih penuh asap mesiu.

Disarikan dari keterangan pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/3/2026).

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar