Singapura tak mau ketinggalan dalam perburuan talenta teknologi global. Mulai Januari 2027, pemerintah setempat bakal membuka jalur visa khusus bagi para ahli di bidang-bidang strategis seperti kecerdasan buatan dan komputasi kuantum. Ini adalah bagian dari program Overseas Networks and Expertise (ONE) Pass yang sudah lebih dulu ada.
Menteri Tenaga Kerja Singapura, Tan See Leng, baru-baru ini mengumumkan rencana ini di parlemen. Menurutnya, langkah ini penting untuk memperkuat daya tarik Singapura sebagai magnet bagi pemikir-pemikir terbaik di ranah teknologi yang terus berkembang pesat. Pernyataannya itu disampaikan saat memaparkan rencana anggaran kementeriannya.
Nah, skema baru ini bernama ONE Pass (AI dan Teknologi). Ia akan mempertahankan ambang batas penghasilan yang cukup tinggi dari program induknya, yaitu minimal 30.000 dolar Singapura per bulan atau sekitar Rp397 juta dalam setahun terakhir. Angka ini lebih besar ketimbang persyaratan Tech.Pass yang lama, yang ‘hanya’ mensyaratkan gaji 22.500 dolar Singapura.
Namun begitu, ada kelonggaran menarik. Pemerintah memahami bahwa kompensasi bagi talenta papan atas di sektor ini seringkali tak sepenuhnya berupa uang tunai. Karena itu, persyaratan penghasilan bulanan itu bisa dipenuhi melalui komponen non-tunai yang sudah ditetapkan, misalnya rencana opsi saham untuk karyawan atau kepemilikan saham langsung.
Di sisi lain, calon pelamar juga harus punya track record yang solid. Mereka perlu memiliki pengalaman kumulatif minimal lima tahun dalam sepuluh tahun terakhir, dengan posisi sebagai pendiri, jajaran eksekutif puncak (C-suite), atau dalam peran teknis senior seperti Senior Software Engineer. Pekerjaan terakhir atau yang sedang dijalani pun harus di perusahaan teknologi, divisi teknologi suatu korporasi, atau perusahaan modal ventura yang fokus di tech.
Perusahaannya sendiri tidak boleh sembarangan. Harus memenuhi salah satu kriteria ketat: valuasi atau kapitalisasi pasar minimal 500 juta dolar AS, pendapatan tahunan 200 juta dolar AS, aset kelolaan 500 juta dolar AS, atau telah mengumpulkan pendanaan minimal 30 juta dolar AS.
Dari segi masa berlaku, ONE Pass (AI dan Teknologi) ini lebih menguntungkan. Ia diberikan untuk lima tahun dan bisa diperpanjang lima tahun setiap kali. Bandingkan dengan Tech.Pass yang hanya berlaku dua tahun dan bisa diperpanjang sekali untuk periode yang sama, tentu dengan syarat tertentu.
Sebagai catatan, program ONE Pass sebenarnya sudah diluncurkan sejak 2023 untuk menjaring talenta terbaik dari berbagai sektor, mulai dari bisnis, seni, olahraga, hingga akademisi. Hingga kini, lebih dari 8.000 orang telah memegang visa ini.
Di antara nama-nama ternama yang menggunakan ONE Pass adalah Dr. Anders Skanderup dari A"STAR Genome Institute Singapura dan Oliver Jay dari OpenAI.
“Kami akan terus terhubung secara global dan terbuka terhadap talenta yang dapat melengkapi tenaga kerja lokal kami yang terampil,” ujar Dr. Tan.
Ia menambahkan, sambil mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja asing di area-area yang masih bisa ditingkatkan produktivitinya.
Menurut juru bicara Kementerian Tenaga Kerja yang memberi pengarahan akhir Februari lalu, tujuan akhirnya jelas. Mereka berharap para pemegang visa baru ini bisa menciptakan aktivitas ekonomi baru, membuka peluang bisnis segar, dan yang paling penting, membuka lapangan kerja bagi warga Singapura sendiri.
Soal kuota, pemerintah tampaknya tidak mau menetapkan target angka yang kaku. Mengingat ambang kelayakan yang sangat tinggi itu, jumlah persetujuan visa diprediksi tidak akan terlalu besar. Intinya, mereka cari yang benar-benar top-tier.
Langkah Singapura ini bukanlah yang pertama. Dalam setahun terakhir, beberapa negara lain juga sudah meluncurkan skema visa serupa untuk menarik minat para jenius teknologi. Persaingan untuk mendapatkan orang-orang terbaik di bidang AI dan teknologi kini semakin panas.
Artikel Terkait
Penyidikan Ijazah Jokowi: 130 Saksi Diperiksa, 25 Ahli Dimintai Keterangan
TNI Bantah Keterlibatan dalam Penembakan Anak di Sinak, Papua Tengah
Mentan Desak Bareskrim Usut Otak Penyelundupan 23 Ton Pangan di Pontianak
Bulog Pastikan Stok dan Harga Minyakita Stabil di Seluruh Indonesia