Namun begitu, ancaman operasi militer tetap menganga. Trump menegaskan bahwa serangan udara berat dan presisi akan terus dilakukan, mungkin sepanjang minggu, atau selama yang diperlukan. Tujuannya, katanya, ambisius: mencapai perdamaian di Timur Tengah, bahkan di seluruh dunia.
Latar belakang klaim Trump ini adalah eskalasi kekerasan yang sudah memanas. Sebelumnya, Iran sendiri disebut-sebut telah melancarkan serangan balasan di sejumlah titik di Timur Tengah seperti Dubai, Doha, Bahrain, dan Kuwait lokasi-lokasi yang diketahui memiliki kehadiran militer AS atau sekutunya.
Korban jiwa pun berjatuhan. Di pihak Iran, laporan media setempat menyebut lebih dari 200 orang tewas. Salah satu insiden paling tragis adalah serangan udara yang menghantam sebuah sekolah perempuan, menewaskan sedikitnya 85 orang di dalamnya. Situasinya benar-benar kacau.
Klaim Trump soal kematian Khamenei ini tentu saja belum dikonfirmasi secara independen. Tetapi dampak dari pernyataannya, nyata. Dunia kembali menahan napas, menunggu perkembangan selanjutnya dari kawasan yang tak pernah benar-benar sepi dari konflik.
Artikel Terkait
Serangan Drone di Dubai, 700 Penerbangan Dibatalkan dan Warga Diminta Berlindung
Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei Tewas dalam Serangan Udara AS-Israel, Iran Balas Serang
Iran Serang Dubai dan Kawasan Teluk, Hotel Mewah dan Bandara Terdampak
IRGC Sumpah Balas Dendam atas Kematian Ayatollah Khamenei