Iran Laporkan Kemajuan Baik dalam Pembicaraan Nuklir dengan AS di Jenewa

- Sabtu, 28 Februari 2026 | 06:45 WIB
Iran Laporkan Kemajuan Baik dalam Pembicaraan Nuklir dengan AS di Jenewa

Dari Jenewa, kabar terbaru mengenai pembicaraan nuklir Iran-AS datang. Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, menyebut ada "kemajuan yang baik" yang dicapai dalam putaran ketiga negosiasi tak langsung di kota Swiss itu. Menurut rencana, pertemuan keempat bakal segera digelar.

Pernyataan itu disampaikan Araghchi langsung ke IRIB TV, stasiun televisi pemerintah, usai negosiasi berjam-jam berakhir Kamis lalu. Ia menggambarkan hari itu sebagai salah satu sesi paling serius dan panjang.

"Hari ini merupakan salah satu putaran negosiasi kami yang paling serius dan terlama. Kami mengadakan perundingan tak langsung selama hampir empat jam di pagi hari dan lebih dari dua jam di malam hari," ujarnya.

Prosesnya sendiri cukup kompleks. Perundingan terutama dimediasi oleh Menlu Oman, Sayyid Badr bin Hamad bin Hamood Albusaidi. Tak cuma itu, Rafael Grossi, Direktur Jenderal IAEA, juga turun tangan memberikan kontribusi teknis di beberapa bidang. Araghchi mengakui, keterlibatan Grossi itu cukup bermanfaat.

Lalu, sejauh mana kemajuannya? Araghchi mengaku pihaknya sudah membahas unsur-unsur kesepakatan dengan sangat serius, mencakup isu nuklir dan pencabutan sanksi. "Saya dapat mengatakan bahwa kami mencapai kemajuan yang baik dalam perundingan intensif kami," katanya.

"Kami membahas unsur-unsur kesepakatan secara sangat serius di bidang nuklir dan (pencabutan) sanksi."

Memang, jalan masih panjang. Masih ada sejumlah perbedaan yang mengganjal di beberapa isu. Namun begitu, Araghchi menekankan bahwa kedua belah pihak telah punya kesepahaman mendalam pada poin-poin lain. Yang penting, kata dia, keseriusan untuk mencari solusi lewat meja perundingan tampak lebih besar.

Sebagai langkah konkret berikutnya, kedua pihak sepakat memulai tinjauan teknis di Wina, Austria, mulai Senin depan. Tak cuma itu, keputusan juga sudah diambil untuk segera menggelar putaran keempat. Kemungkinan besar, dalam waktu kurang dari seminggu ke depan.

Semua pembicaraan ini berlangsung di tengah suasana yang tidak sepenuhnya tenang. Ketegangan antara Teheran dan Washington belakangan meningkat, menyusul peningkatan kekuatan militer AS di kawasan Asia Barat. Sebelumnya, dua putaran pembicaraan sudah lebih dulu digelar di Muscat, Oman, dan di Jenewa juga, sepanjang bulan ini.

Jadi, meski masih ada jalan terjal di depan, setidaknya dari laporan terbaru ini, dialog masih terus bergulir.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar