Melalui unggahan di akun media sosialnya, Donald Trump membuat pernyataan yang mengguncang. Mantan Presiden AS itu mengklaim bahwa Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran, tewas. Menurut Trump, kematian ini adalah hasil dari serangan gabungan AS dan Israel yang dilancarkan di Teheran.
"Ini keadilan," tulis Trump, menyebut bahwa keadilan itu bukan hanya untuk rakyat Iran, tapi juga untuk warga Amerika dan banyak orang di seluruh dunia. Dia juga menegaskan bahwa operasi pemboman akan terus berlanjut tanpa jeda.
Narasi yang dibangun Trump terasa sangat personal dan penuh muatan politis. Dalam postingan panjang di platform Truth Social, dia menyebut Khamenei sebagai "salah satu orang paling jahat dalam sejarah."
Trump kemudian mengajak angkatan bersenjata Iran, termasuk IRGC dan kepolisian, untuk membelot. Dia menjanjikan kekebalan bagi yang menyerah, sekaligus mengancam kematian bagi yang bertahan. "Sekarang mereka bisa mendapatkan kekebalan, nanti mereka hanya akan mendapatkan kematian!" ancamnya, mengutip perkataannya sebelumnya.
Artikel Terkait
Serangan Drone di Dubai, 700 Penerbangan Dibatalkan dan Warga Diminta Berlindung
Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei Tewas dalam Serangan Udara AS-Israel, Iran Balas Serang
Iran Serang Dubai dan Kawasan Teluk, Hotel Mewah dan Bandara Terdampak
IRGC Sumpah Balas Dendam atas Kematian Ayatollah Khamenei