Selamat pagi. Di penghujung pekan ini, sejumlah isu panas masih terus bergulir. Dari ruang sidang Mahkamah Konstitusi hingga ke kompleks pertahanan, berita-berita ini mendominasi percakapan publik sepanjang Jumat, 27 Februari 2026. Mari kita simak poin-poin utamanya.
Gugatan MBG: Saksi Kunci Akan DiHadirkan
Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) bersama seorang guru honorer dari Karawang, Reza Sudrajat, tak main-main. Mereka, selaku penggugat program Makan Bergizi Gratis (MBG), sedang menyiapkan amunisi untuk sidang lanjutan di MK pada 11 Maret mendatang. Sidang pertama sudah digelar 25 Februari lalu.
Nah, di sidang kedua nanti, mereka berencana menghadirkan bukti dan saksi dari kalangan PPPK paruh waktu. Tujuannya jelas: membuktikan bahwa program MBG itu menggunakan dana pendidikan yang mestinya dialokasikan untuk hal lain.
Koordinator Nasional P2G, Satriwan Salim, menegaskan fokus gugatan mereka.
"Yang kami ujikan hanya Pasal 22 Ayat 3 UU No. 17 Tahun 2025 tentang APBN 2026," katanya kepada JPNN.
Dugaan Penyimpangan di METI Didesak Diselidiki
Di sisi lain, sorotan tajam kini mengarah ke Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI). Gerakan Pemuda Energi, melalui koordinator nasionalnya Ronal Jefferson, menyuarakan keprihatinan mendalam. Mereka menduga ada praktik rente dan konflik kepentingan dalam sejumlah proyek energi nasional yang melibatkan pengurus METI.
Ronal berargumen, agenda transisi energi yang digaungkan harus dibarengi dengan tata kelola yang bersih. Transparansi dan akuntabilitas mutlak diperlukan.
"Transisi energi bukan hanya perubahan sumber daya, tetapi juga perubahan cara kerja. Energi bersih harus lahir dari sistem yang bersih," tegas Ronal.
Mereka mendesak aparat penegak hukum untuk segera bergerak menyelidiki hal ini.
2.000 ASN Bakal Jadi Komcad, Ini Lokasi Pelatihannya
Sementara itu, program pelatihan komponen cadangan (komcad) untuk Aparatur Sipil Negara mulai menemui bentuknya. Kementerian Pertahanan menyebut sekitar 2.000 ASN akan dilatih di lima lokasi berbeda milik TNI.
Menurut Kepala Biro Informasi Pertahanan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, lokasi-lokasi itu adalah Pusdikkes, Skadik 301, Pusbahasa AU, Kodam Jaya, dan Pasmar 1. Pihak Korps Marinir, melalui Kolonel Mar Rana Karyana, mengklaim telah menyiapkan fasilitas terbaik untuk menyambut para ASN yang akan dilatih tersebut.
Seskab Teddy Bantah Tudingan PDIP Soal Dana MBG
Merespon tudingan Fraksi PDIP yang menyebut anggaran MBG 'menggerogoti' dana pendidikan, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya angkat bicara. Ia menampik klaim tersebut.
Menurut Teddy, alokasi dana sebesar Rp 223 triliun untuk MBG dari pos anggaran pendidikan itu sudah tepat sasaran dan sesuai peruntukan. Bahkan, ia menegaskan bahwa pengalokasian ini sudah disepakati bersama oleh pemerintah dan Badan Anggaran DPR yang diketuai Said Abdullah dari PDIP. Jadi, seolah ada kesepakatan di level tinggi yang kemudian dipersoalkan di ruang publik.
Ranperpres Pelibatan TNI Dikritik, Dinilai Bermasalah
Terakhir, sebuah diskusi publik di Fakultas Hukum Universitas Trisakti mengkritik keras Rancangan Peraturan Presiden tentang Pelibatan TNI dalam pemberantasan terorisme. Para akademisi yang hadir menilai beleid ini bakal menimbulkan problem serius.
Kekhawatiran utamanya adalah pergeseran pendekatan dari penegakan hukum ke arah yang lebih militeristik. Ranperpres ini dinilai bermasalah secara konseptual, yuridis, dan dari sudut pandang hak asasi manusia. Penolakan terhadapnya pun mengemuka kuat dalam forum tersebut.
Itulah rangkuman berita terpopuler hari ini. Masing-masing isu masih akan terus berkembang, dan kita tunggu saja babak selanjutnya.
Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul
Artikel Terkait
Jukir Otak Pengeroyokan Satpam di Makassar Ditangkap, Anaknya Masih Diburu
Presiden Prabowo Perintahkan Percepatan Program Strategis, Fokus pada Hilirisasi dan Energi dari Sampah
Kebakaran Diduga Akibat Korsleting Tewaskan Satu Keluarga di Grogol Petamburan
Mantan Penyidik KPK Sambut Baik Pembentukan Satgas Anti Penyelundupan