Suasana panas sempat menyelimuti Stadion Manahan Solo, Minggu kemarin. Laga antara Persis Solo dan Persita Tangerang tak cuma soal skor, tapi juga ricuh. Beberapa oknum penonton, diduga suporter tuan rumah, membuat ulah dengan menyalakan flare hingga petasan.
Kejadiannya berlangsung di menit ke-80. Tiba-tiba, asap pekat berwarna merah merebak dari tribun. Lapangan pun jadi tak jelas terlihat. Wasit terpaksa menghentikan pertandingan sekitar tiga menit lamanya, menunggu asapnya hilang. Untungnya, polisi yang berjaga langsung bergerak cepat. Mereka mencegah kerusuhan meluas dengan mengamankan sejumlah orang yang dianggap sebagai provokator.
Kapolresta Solo, Kombes Catur Cahyono Wibowo, menjelaskan detailnya. Menurutnya, ada 23 orang yang diamankan dari lokasi.
"Mereka adalah oknum suporter Persis Solo yang kami dapati dalam keadaan tidak sadar karena minuman keras. Selain itu, mereka juga membawa barang-barang berbahaya seperti petasan dan flare," jelas Catur.
Barang bukti yang berhasil disita petugas cukup banyak. Tercatat ada 72 flare merah, 6 smoke bomb, 5 pipa asap, dan 6 petasan. Semua barang terlarang itu diamankan agar tidak memicu masalah lagi.
"Saat ini, para oknum dan barang bukti sudah kami bawa ke Mako Polresta Surakarta. Proses pendataan dan penanganan hukum sedang kami lakukan," tambahnya.
Meski sempat tegang, akhirnya pertandingan bisa dilanjutkan. Situasi berangsur kondusif sampai peluit panjang berbunyi. Insiden itu jadi pengingat lagi soal pentingnya menjaga sportivitas, bukan hanya bagi pemain, tapi juga bagi para pendukung di tribun.
Artikel Terkait
Pakar IPB Ingatkan Pentingnya Kemasan Food Grade untuk Daging Kurban demi Cegah Kontaminasi
Militer AS Tewaskan 194 Orang dalam Operasi Antinarkoba di Pasifik Timur, Pentagon Mulai Evaluasi
Prabowo Penuhi Undangan Kedua Macron, Kunjungan Kenegaraan ke Paris Jadi Agenda Balasan
Mahasiswa Desak Pencopotan Dirut PLN Usai Blackout Sumatera yang Lumpuhkan Ekonomi dan Layanan Publik