Anggota DPR Desak Penyelidikan Kasus Sea Dragon Sampai ke Aktor Intelektual

- Senin, 23 Februari 2026 | 11:00 WIB
Anggota DPR Desak Penyelidikan Kasus Sea Dragon Sampai ke Aktor Intelektual
Kasus Sea Dragon: Panggilan untuk Menyelidiki hingga ke Akar

Penangkapan seorang Anak Buah Kapal dalam kasus penyelundupan narkoba 2 ton via Kapal Sea Dragon belakangan ini ramai dibicarakan. Tapi, bagi anggota Komisi III DPR Habib Aboe Bakar Alhabsyi, langkah itu belum cukup. Jauh dari kata selesai.

Menurutnya, aparat penegak hukum tak boleh berpuas diri. Mereka justru harus memburu aktor intelektual yang mengendalikan jaringan besar di balik kasus ini. Fokus hanya pada pelaku lapangan dinilainya sebagai langkah yang dangkal.

"Fandi Ramadhan yang hanya seorang ABK tentu bukan pemilik Kapal Sea Dragon. Tidak mungkin pula dia punya kemampuan finansial untuk membeli atau mengendalikan 2 ton narkoba," tegas Aboe Bakar dalam keterangannya, Senin (22/2/2026).

Dia melanjutkan, "Dengan menangkap dan memidanakan Fandi, bukan berarti perkara ini selesai."

Memang, menghukum ABK bisa dilakukan jika mereka terbukti bersalah di persidangan. Namun begitu, Aboe mengingatkan agar mereka tidak dijadikan tumbal. Jangan sampai hanya demi menutup sebuah perkara besar, penyelidikan justru dihentikan lebih awal. Itu namanya pemecahan masalah yang setengah-setengah.

Kasus sebesar ini jelas bukan kerja satu dua orang. Ada jaringan terorganisir di baliknya, mulai dari pemodal yang punya duit, pengatur distribusi, hingga para operator lapangan seperti ABK. Semuanya harus diusut dan dimintai pertanggungjawaban.

"Kasus ini bukan kejahatan kecil," sebutnya. "Ini kejahatan terstruktur dan masif yang merusak generasi bangsa."

Di sisi lain, Aboe menekankan bahwa pemberantasan narkoba tak akan pernah berhasil jika hanya menyasar pion-pion. Penegakan hukum harus berani menyentuh akar persoalan. Kalau cuma kurir atau ABK yang ditangkap, jaringan itu akan terus hidup. Bahkan bisa tumbuh lagi dengan cepat.

"Jika kita hanya menangkap kurir dan ABK, jaringan akan terus tumbuh. Pemberantasan narkoba harus sampai ke akarnya, yakni aktor intelektual dan pemodal besar di baliknya," ujarnya.

"Tanpa itu, perang terhadap narkoba tidak akan pernah benar-benar dimenangkan."

Terakhir, dia mendorong aparat untuk bekerja secara profesional dan transparan. Kepercayaan publik terhadap upaya pemberantasan narkoba harus dijaga. Komisi III DPR RI sendiri, pungkas Aboe, akan memberi perhatian serius pada kasus Sea Dragon ini.

"Kita ingin memastikan, hukum ditegakkan dengan adil dan menyeluruh, tidak tebang pilih," tutupnya.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar