Delapan Instrumen Utang Baru Rp14,01 Triliun Warnai Pasar Modal

- Sabtu, 28 Februari 2026 | 07:30 WIB
Delapan Instrumen Utang Baru Rp14,01 Triliun Warnai Pasar Modal

Pasar modal kita ramai sekali pekan lalu. Tepatnya sepanjang 23 hingga 27 Februari 2026, Bursa Efek Indonesia (BEI) kedatangan banyak pemain baru. Yang menarik, mereka bukan saham, melainkan delapan instrumen utang segar dengan total nilai fantastis: Rp14,01 triliun. Rinciannya, enam obligasi dan dua sukuk.

Menurut data yang dirilis BEI, gelombang pencatatan ini dimulai Rabu, 25 Februari. Di hari itu, Obligasi Berkelanjutan VI dari Indomobil Finance Tahap II resmi melantai. Nilai pokoknya Rp2,5 triliun, dengan peringkat AA- dari Pefindo. PT Bank Mega Tbk bertindak sebagai wali amanatnya.

Tak hanya itu, di hari yang sama, PT Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry malah mendaftarkan dua sekaligus. Mereka mencatatkan obligasi senilai Rp1,05 triliun dan juga sukuk mudharabah sebesar Rp1,55 triliun. Peringkatnya masing-masing idA dan idA(sy), dengan wali amanat yang sama: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk.

Keesokan harinya, Kamis (26/2), giliran PT Surya Artha Nusantara Finance yang muncul. Perusahaan ini meluncurkan obligasi senilai Rp1,2 triliun berperingkat idAA. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk yang mengurusi prosesnya sebagai wali amanat.

Nah, masih di hari Kamis, ada lagi. PT Bank Pan Indonesia Tbk turut meramaikan dengan obligasi bernilai cukup besar, Rp2,71 triliun. Peringkatnya idAA, dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk yang dipercaya sebagai wali amanat.

Editor: Handoko Prasetyo


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar