Pendaki Muda Ditemukan Tewas di Jurang Terpencil Gunung Slamet

- Kamis, 15 Januari 2026 | 23:54 WIB
Pendaki Muda Ditemukan Tewas di Jurang Terpencil Gunung Slamet

Operasi pencarian dan penyelamatan di Gunung Slamet akhirnya berakhir dengan kabar duka. Tim SAR Gabungan berhasil mengangkat jasad Syafiq Ridhan Ali Razan, pendaki berusia 18 tahun asal Magelang itu, dari dasar jurang yang curam. Lokasinya cukup terjal, sekitar 20 meter di bawah.

Menurut Kepala Basarnas Semarang, Budiono, titik temu korban ternyata berada jauh dari jalur pendakian awalnya. Syafiq ditemukan di sisi selatan lereng Gunung Malang, persisnya di jalur yang mengarah turun ke Basecamp Gunung Malang. Padahal, saat memulai pendakian, dia mengambil rute yang berbeda sama sekali.

“Lokasi jatuhnya Ali berada di sisi selatan lereng pada jalur turun menuju basecamp Gunung Malang. Itu bukan jalur yang digunakan korban saat mendaki karena Ali naik melalui Basecamp Dipajaya,”

ujar Budiono, Kamis (15/1).

Dia melanjutkan, proses evakuasi berjalan dengan susah payah. Dengan kondisi medan yang berat, personel gabungan bekerja sama menggotong jenazah siswa kelas XII SMAN 5 Magelang itu kembali ke Basecamp Gunung Malang di Kabupaten Purbalingga.

“Alhamdulillah Kondisi jenazah saat ditemukan masih utuh sehingga mudah untuk dikenali,”

tuturnya. Ada sedikit kelegaan di tengah kesedihan, karena setidaknya identifikasi bisa dilakukan segera.

Jasad Syafiq akhirnya tiba di basecamp sekitar pukul 14.30 WIB. Soal penyebab pasti kematiannya, pihak berwenang masih menunggu hasil pemeriksaan resmi dari RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga.

Di akhir pernyataannya, Budiono menyampaikan apresiasi. “Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim SAR gabungan atas dedikasi dan kerja kerasnya. Semoga kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang,”

katanya.

Kisahnya bermula pada Sabtu, 27 Desember 2025. Syafiq mendaki Slamet bersama seorang teman, Himawan Haidar Bahran. Mereka start dari Basecamp Dipajaya di Pemalang dengan rencana pendakian singkat tek-tok, istilahnya tanpa bermalam dan turun keesokan harinya.

Namun rencana berantakan di tengah jalan. Himawan mengalami cedera kaki. Syafiq, berinisiatif turun lebih dulu untuk mencari bantuan. Dia pergi, dan tak pernah kembali.

Khawatir dengan nasib keduanya, relawan gabungan pun menggelar pencarian pada Minggu malam, 28 Januari. Himawan berhasil ditemukan di Pos 9 dan dievakuasi dalam kondisi lemas pada Selasa (30/12). Sementara pencarian untuk Syafiq harus berlanjut, hingga berakhir tragis di jurang itu.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar