Jakarta Barat ternyata jadi wilayah yang paling babak belur diterjang banjir kali ini. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyoroti parahnya dampak di kawasan itu dibanding wilayah lain di Ibu Kota. Menurutnya, pemicu utamanya adalah kiriman air dari daerah hulu.
Saat meninjau lokasi pengungsian di Rawa Buaya, Cengkareng, Sabtu lalu, Pramono menjelaskan lebih detail.
"Kenapa Jakarta Barat paling parah? Yang pertama karena memang kiriman dari hulunya. Kali ini kiriman datang dari Tangerang, Tangerang Selatan, dan sekitarnya," ujarnya.
Aliran deras itu bukan datang dari sembarang tempat. Air mengalir dari sejumlah sungai besar macam Sungai Angke, Pesanggrahan, sampai Kali Mookervart. Semuanya akhirnya bermuara ke satu titik: Cengkareng Drain. Saluran itulah yang kemudian kewalahan, dengan ketinggian air melonjak drastis.
"Di Cengkareng Drain kemarin sore ketinggian air sempat di angka 350, pagi tadi turun menjadi 315. Batas aman itu 310, jadi sekarang sedang kita kejar agar segera turun," jelas Pramono.
Artikel Terkait
Indonesia Mendekati Target, Kokoh di Peringkat Kedua ASEAN Para Games 2025
Selebgram Lula Lahfah Meninggal di Apartemen, Didahului Malam Berobat
Nahas di Jalan Pemuda, Pengendara Motor Tewas Tabrak Truk Mogok
Jakarta Terjebak: Perbaikan Jalan Ditunda Sampai Hujan Reda