Menjelang Idul Fitri 2026, suasana di sejumlah SPBU dan depot elpiji di Kecamatan Tanah Putih, Rokan Hilir, ramai oleh kunjungan pejabat. Kapolres setempat, AKBP Isa Imam Syahroni, bersama Wakil Bupati Jhonny Charles, turun langsung untuk memastikan stok bahan bakar dan gas elpiji benar-benar aman. Mereka tak ingin ada kepanikan jelang hari raya.
Rombongan menyambangi tiga titik. Mulai dari SPBU Codo Banjar XII, lalu SPBU Ujung Tanjung, dan terakhir Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) di Kelurahan Banjar XII. Pengecekan dilakukan cukup detail. Bahkan, petugas membawa alat terra meter untuk menguji kualitas BBM yang dijual ke masyarakat.
“Hasil pemeriksaan di kedua SPBU didapati toleransi 70 mililiter, sehingga disimpulkan telah sesuai standar yang berlaku,”
kata Isa, Rabu (11/3/2026).
Soal ketersediaan, Kapolres menyebut stok masih mencukupi. Di SPBU Codo Banjar XII, misalnya, Pertalite masih ada 12.932 liter, Bio Solar 24.626 liter, dan varian lainnya juga terpantau aman. Sementara di SPBU Ujung Tanjung, stok Pertalite tercatat 8.844 liter dan Pertamax 3.120 liter.
Pengecekan kemudian berlanjut ke depot elpiji. Hasilnya? Stok akhir gas elpiji 3 kg di Kabupaten Rohil per tanggal itu mencapai 89 ton. Rata-rata penyalurannya sekitar 16.800 tabung per hari. Angka yang cukup untuk meredam kekhawatiran.
“Dari hasil pengecekan di lapangan, stok BBM dan Gas Elpiji 3 kg terpantau dalam kondisi aman. Distribusinya juga berjalan baik sesuai ketentuan,”
jelas Isa menegaskan.
Jangan Panik, Imbau Pejabat
Berdasarkan pantauan di lapangan itu, Isa pun mengimbau masyarakat agar tenang. Menurutnya, tak perlu sampai panic buying atau menimbun. Belilah sesuai kebutuhan saja.
“Saya juga mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang, tidak usah panic buying, beli BBM dan gas elpiji sesuai kebutuhan, tidak melakukan penimbunan,”
ungkapnya. Polisi dan pemda, kata dia, akan terus mengawasi distribusi agar tepat sasaran dan bebas penyimpangan. Tindakan tegas menanti bagi yang menyalahgunakan.
Di sisi lain, Wabup Jhonny Charles menyampaikan hal serupa. Kegiatan blusukan ini memang sengaja digelar untuk memastikan ketersediaan, terutama elpiji 3 kg, benar-benar aman.
“Pemerintah Daerah bersama pihak Kepolisian akan terus melakukan pemantauan dan pengawasan. Tujuannya agar penyaluran lancar, tepat sasaran, serta tidak terjadi kelangkaan maupun penyelewengan di lapangan,”
kata Jhonny.
Ia pun berpesan. Pembelian berlebihan justru bisa mengganggu pemerataan. Masyarakat diminta bijak, membeli secukupnya, agar semua kalangan bisa mendapatkan kebutuhan energinya dengan lancar menyambang Lebaran.
Artikel Terkait
WIPO Tetapkan Tema Olahraga dan Inovasi untuk Peringatan Hari Kekayaan Intelektual Sedunia 2026
Iran Bantah Rencana Pertemuan Langsung dengan AS di Pakistan
Tangerang Hawks Raih Tiga Kemenangan Beruntun di IBL 2026 Usai Bungkam Satya Wacana
Fairuz dan Imam Akhiri Laga dengan Kemenangan Perdana di Asian Beach Games 2026