Anggota DPR Soroti Dampak Mahalnya Tiket Pesawat pada Kesehatan dan Pendidikan

- Rabu, 11 Maret 2026 | 17:40 WIB
Anggota DPR Soroti Dampak Mahalnya Tiket Pesawat pada Kesehatan dan Pendidikan

Di ruang rapat Komisi V DPR, Rabu (11/3/2026) lalu, isu tiket pesawat yang mahal kembali mencuat. Kali ini, Saadiah Uluputty, anggota fraksi PKS, yang menyuarakannya. Ia tak cuma melihat persoalan ini dari kacamata bisnis semata. Menurutnya, dampaknya jauh lebih luas, menyentuh hal-hal mendasar seperti kesehatan dan pendidikan masyarakat.

Rapat yang dihadiri Menteri Perhubungan Duddy Purwagandhi itu memang membahas persiapan mudik Lebaran 2026. Namun, pembicaraan merembet ke soal keterjangkauan tarif udara sehari-hari.

"Transportasi udara punya peran strategis," ujar Saadiah.

"Fungsinya membuka akses ekonomi dan mendorong pariwisata. Jadi, kebijakan tarifnya nggak bisa cuma dilihat dari perspektif bisnis belaka."

Ia menekankan, pesawat kini sudah jadi kebutuhan primer, bukan sekadar pilihan gaya hidup. Logikanya sederhana: saat tiket mahal, mobilitas orang jadi terbatas. Akses untuk berobat ke kota besar, menempuh pendidikan yang lebih baik, atau menjalankan usaha, otomatis ikut tersendat.

Persoalan klasik di Indonesia Timur juga ia singgung. Mahalnya harga barang di wilayah itu, salah satu penyebab utamanya ya soal transportasi ini. Biaya logistik yang membengkak karena tarif pesawat yang tinggi, akhirnya dibebankan ke konsumen.

Editor: Redaksi MuriaNetwork


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar