Studi di Jerman Temukan Kontaminasi Plasticizer pada 92% Sampel Urin Anak dan Remaja

- Rabu, 11 Maret 2026 | 17:35 WIB
Studi di Jerman Temukan Kontaminasi Plasticizer pada 92% Sampel Urin Anak dan Remaja

Pernahkah Anda memegang tirai kamar mandi yang lentur atau selang taman yang mudah dibengkokkan? Kelenturan itu seringkali bukan sifat alami plastik, melainkan hasil tambahan bahan kimia bernama plasticizer. Bahan pelentur ini ada di mana-mana, meresap dalam kehidupan sehari-hari kita, mulai dari jas hujan, pembungkus makanan, hingga lapisan kabel listrik di rumah.

Di kalangan industri, plasticizer kerap disamakan dengan ftalat. Zat ini juga merambah dunia kecantikan, lho. Coba cek cat kuku, sampo, atau losion favorit Anda. Fungsinya beragam, bisa sebagai penstabil, pengawet, bahkan memberi efek tahan air agar produk lebih awet.

Meski manfaatnya banyak, bahayanya tak main-main. Uni Eropa, AS, Kanada, dan Jepang sudah melarang atau membatasi ketat penggunaannya. Sayangnya, di banyak negara lain, plasticizer masih bebas beredar.

Yang mengkhawatirkan, meski sudah ada larangan untuk mainan anak, riset terbaru dari Jerman justru menemukan tingkat paparan yang tinggi pada anak-anak. Sebuah produk turunan plasticizer bernama mono-n-hexyl phthalate (MnHexP) terdeteksi pada 92% sampel urin dari 259 anak dan remaja. Sampel ini diambil secara nasional di pertengahan 2025.

Sebenarnya, temuan serupa sudah ada sebelumnya. Investigasi awal tahun 2024 di North Rhine-Westphalia, Jerman barat, menemukan zat yang sama pada hampir dua pertiga dari 250 anak balita. Yang mencengangkan, angkanya sepuluh kali lebih tinggi dibanding data tiga tahun sebelumnya. Badan Lingkungan Hidup Federal Jerman (UBA) juga melaporkan, sekitar sepertiga populasi dewasa di sana terkontaminasi bahan kimia ini.

Kepala UBA, Dirk Messner, mengungkapkan kekhawatirannya di pertengahan Februari.

"Berdasarkan hasil beberapa tahun terakhir, kami tidak terkejut menemukan MnHexP dalam sampel urin anak-anak dan remaja," katanya.

"Namun, yang mengejutkan kami adalah proporsi besar sampel yang terkontaminasi, kadang-kadang dengan konsentrasi yang sangat tinggi."

Dari mana asalnya? Investigasi 2024 menyebut tabir surya sebagai salah satu sumber utama. UBA menduga sumber itu masih relevan dengan data terbaru, meski kemungkinan ada sumber lain yang belum teridentifikasi.

Dampak Kesehatan: Seberapa Serius Ancaman Plasticizer?

Lantas, seberapa bahaya zat ini bagi manusia? Marike Kolossa-Gehring, ahli toksikologi UBA hingga Desember 2025, memberi pernyataan tegas. Menurutnya, setelah melihat hasil degradasi MnHexP yang cukup tinggi pada anak-anak, "risiko kesehatan tidak bisa diabaikan." Meski begitu, sebagian besar pengukuran masih di bawah ambang batas yang dianggap berbahaya.

MnHexP sendiri adalah sisa metabolisme tubuh setelah menyerap di-n-hexyl phthalate (DnHexP) melalui kulit, pernapasan, atau konsumsi. Zat induknya, DnHexP, sudah diklasifikasikan Badan Kimia Eropa sebagai "zat berisiko sangat tinggi" sejak 2013 sehingga penggunaannya diatur super ketat.

Editor: Hendra Wijaya


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar