Untuk mempercepat proses surut, Pemprov DKI tak tinggal diam. Mereka menambah jumlah pompa air di Rawa Buaya. Awalnya cuma tiga unit, sekarang sudah ada tujuh pompa yang bekerja keras menguras genangan.
"Pompa sudah ditambah empat unit, jadi total ada tujuh pompa. Mudah-mudahan air bisa segera surut," harapnya.
Di sisi lain, warga yang terpaksa mengungsi pun tak sedikit. Di Masjid Jami' Baitul Rahman, Rawa Buaya saja, tercatat 45 kepala keluarga atau 177 jiwa harus meninggalkan rumah mereka. Kondisi mereka, kata Pramono, cukup baik dan kebutuhan pokoknya terjamin.
Bantuan terus mengalir. Pemprov DKI menyalurkan beras, minyak goreng, mi instan, hingga perlengkapan tidur seperti kasur lipat dan selimut. Tak ketinggalan, perlengkapan untuk anak-anak juga disiapkan. PMI DKI Jakarta pun ikut membantu dengan membagikan minyak penghangat tubuh, mengingat cuaca yang tak menentu dan kondisi pengungsian yang lembap.
Artikel Terkait
Bamsoet Usulkan Empat Jalan Konstitusional untuk Haluan Negara
Banjir Bandang Hancurkan Kolam Air Panas dan Tiga Jembatan di Wisata Guci
Malam Mencekam di Purbalingga: Kayu Gelondongan Raksasa Hantam Rumah Warga
Bareskrim Geledah Kantor PT Dana Syariah Indonesia, Ungkap Modus Proyek Fiktif