Heboh! Bir Bebas Dijual di Arab Saudi, Perempuan Bercadar Ikut Minum
Sejak April lalu, suasana di sebuah kafe di jantung Riyadh ramai sekali. Kafe bernama A12 ini tiba-tiba jadi buah bibir karena menjual bir. Tapi tenang, bir yang dijual bukan bir biasa. Ini bir dengan kandungan alkohol 0,0% yang diimpor langsung dari Jerman.
Yang bikin suasana makin menarik, video yang beredar menunjukkan pemandangan tak biasa. Beberapa perempuan dengan cadar hitam dan lelaki berjubah putih terlihat asyik menyesap minuman itu. Mereka duduk santai, menikmati suasana.
Menurut sejumlah saksi, antusiasme pengunjung luar biasa. Unggahan di Instagram @royanewsenglish memperlihatkan kerumunan orang kebanyakan anak muda berbondong-bondong datang untuk sekadar mencoba rasa bir tanpa alkohol tersebut.
Sebuah kafe di pusat kota Riyadh mencatat kunjungan yang luar biasa setelah memperkenalkan bir non-alkohol Jerman yang mencerminkan pesatnya keterbukaan sosial di Arab Saudi.
Kamu muda mencobanya dengan hati-hati dan rasa ingin tahu. Kerajaan tetap melarang alkohol demi menjaga nilai-nilai keagamannya.
Namun begitu, kehadiran bir non-alkohol ini tak serta merta diterima semua pihak. Banyak juga yang bersuara keras menentang. Mereka menyesalkan kafe itu dianggap cuma ikut-ikutan tren dari Barat.
Mengapa warga harus mengikuti tren Barat?
Meskipun bebas alkohol, mengapa mereka begitu terobsesi mengikuti standar Barat? Kamu sudah punya panduan yang mengatakan bahwa tidak ada nilai atau kedamaian dalam hal-hal duniawi ini.
Laporan dari AFP yang dikutip CNBC Indonesia menggambarkan suasana kafe itu mirip pub ala Barat. Bir draft mereka sajikan dengan sepiring kacang, sementara layar lebar memutar siaran olahraga. Suasana yang benar-benar berbeda dari citra tradisional Arab Saudi.
Ide kami sederhana: menawarkan pengalaman orisinal kepada pelanggan yang bisa mereka bagikan di media sosial.
Kata manajer Kafe A12, Abdallah Islam.
Fenomena bir non-alkohol ini muncul di tengah gelombang reformasi besar-besaran yang digulirkan Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS). Perubahan demi perubahan terjadi mulai dari izin mengemudi untuk perempuan, bioskop yang dibuka, sampai kunjungan turis asing yang diperbolehkan. Tapi satu hal yang tetap: alkohol masih haram. Bersama Kuwait, Arab Saudi bertahan sebagai dua negara Teluk yang melarang keras minuman keras.
Kerajaan harus berhati-hati dengan potensi legalisasi alkohol, karena akan bertentangan dengan citranya sebagai pemimpin dunia Islam yang kredibel.
Peringatan itu datang dari Sebastian Sons, peneliti di lembaga riset Jerman CARPO.
Artikel Terkait
Millen Cyrus Dikecam Warganet Usai Pakai Hijab di Foto Reuni
Dewi Perssik Blak-blakan Tak Paham Satu Kata pun Saat Kuliah Berbahasa Inggris
Ruben Onsu Kesulitan Bertemu Anak, Kuasa Hukum Sebut Sering Diabaikan saat Hendak Dekati Putrinya
Lovely Runner hingga Goblin: Deretan Drama Korea Paling Adiktif untuk Ditonton Ulang