Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mendesak para kepala daerah untuk segera melahirkan terobosan nyata guna mendongkrak pertumbuhan ekonomi di wilayah masing-masing, dengan salah satu langkah prioritas berupa percepatan digitalisasi sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Menurutnya, transformasi digital bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan agar produk lokal tidak hanya memiliki nilai tambah, tetapi juga mampu menembus pasar yang lebih luas dan relevan dengan kebiasaan konsumsi generasi muda saat ini.
“Tinggal bagaimana caranya kita penetrasi masuk ke algoritma kekinian melalui digital marketing, meminta anak-anak muda melakukan inovasi, berkreasi supaya bisa masuk pasar mereka,” ujar Bima dalam keterangan resminya pada Rabu (20/5/2026).
Pernyataan itu disampaikan Bima saat menghadiri kegiatan Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Regional Nusa Tenggara dan Maluku 2026 yang dirangkaikan dengan Bazar UMKM Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) di Lombok, Selasa (19/5). Dalam kesempatan tersebut, ia menjabarkan bahwa penguatan sektor UMKM membutuhkan dukungan inovasi yang terpadu guna menjawab berbagai persoalan yang masih membelit para pelaku usaha.
Bima mengidentifikasi sejumlah tantangan utama yang kerap dihadapi, antara lain keterbatasan teknologi produksi yang masih bersifat konvensional serta lemahnya kapasitas manajerial dalam pengelolaan usaha, termasuk ketidakmampuan memisahkan keuangan pribadi dan bisnis. Karena itu, ia menegaskan bahwa kepala daerah bersama seluruh jajaran pemerintah daerah (Pemda) harus mampu menghadirkan strategi inovatif untuk memperkuat basis ekonomi lokal sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Salah satu tugas utama dari kepala daerah beserta jajaran pemerintah daerah adalah berpikir keras melakukan inovasi untuk menggenjot PAD dan pertumbuhan ekonomi,” tambahnya.
Di sisi lain, Bima menilai sinergi lintas sektor menjadi kunci utama dalam membangun ekosistem UMKM yang berdaya saing. Kolaborasi antara Pemda, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), serta komunitas lokal dinilai penting untuk mengkurasi produk unggulan agar memiliki karakteristik khas, kualitas yang terjaga, dan mampu bersaing di pasar nasional maupun digital.
Bima juga menyampaikan optimismenya terhadap besarnya potensi lokal yang dimiliki wilayah NTB, khususnya Lombok. Menurutnya, kekayaan produk daerah tersebut memiliki peluang besar untuk berkembang apabila didukung strategi pemasaran yang tepat dan inovatif. “Di NTB, di Lombok ini saya melihat potensinya besar ya, bukan saja kain-kain begitu ya, tetapi banyak produk-produk kuliner juga yang harusnya bisa bersaing,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Alex Marquez Alami Patah Tulang Selangka dan Cedera Tulang Leher Usai Kecelakaan di MotoGP Catalunya
Petugas PPSU di Jatinegara Jadi Korban Penusukan Usai Tegur Remaja Pakai Sepatu di Lantai Baru Dipel
Tiga Pekerja Tewas Keracunan Gas Saat Perbaiki Palka Tongkang di Muarojambi
Sidang Tuntutan Empat Prajurit TNI Terdakwa Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS Ditunda ke 3 Juni