Upaya pencarian korban banjir dan tanah longsor di Aceh mendapat tambahan tenaga. Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem, mengonfirmasi kedatangan lima relawan asal China. Mereka punya misi khusus: melacak jenazah yang masih tertimbun di dalam lumpur.
Menurut Mualem, tim ini membawa peralatan khusus untuk tugas itu. "Mereka ada alat untuk mendeteksi mayat yang terpendam, sekaligus mengambilnya dari dalam lumpur," ujarnya, Minggu (7/12) lalu.
"Mayat-mayat di Aceh Timur, Aceh Utara dan Aceh Tamiang masih dalam lumpur, jadi lumpur itu sampai sepinggang. Jadi mereka ada alat bantu kita,"
Kelima relawan itu sebenarnya sudah tiba sehari sebelumnya, Sabtu (6/12). Mereka langsung bertemu dengan sang gubernur. Dari penampilannya, mereka seragam: baju biru dengan bendera Tiongkok kecil di lengan kiri.
Rencananya, tim ini akan dikerahkan ke wilayah-wilayah terparah. Daerah pesisir timur Aceh jadi prioritas, mengingat dampak banjir dan longsor di sana sangat masif. Banyak desa, kata Mualem, bahkan hilang begitu saja tersapu air.
Diharapkan, kehadiran mereka bisa mempercepat proses pencarian. Sampai saat ini, masih ada korban yang belum ditemukan. Situasi medan yang sulit, dengan lumpur setinggi pinggang, jelas membutuhkan bantuan teknologi dan tenaga ekstra.
Mualem sendiri tampak menyambut baik bantuan ini. Di tengah kondisi yang serba terbatas, upaya apapun untuk menemukan korban menjadi sangat berharga.
Artikel Terkait
KPK Periksa Plt Bupati Cilacap sebagai Saksi Kasus Dugaan Pemerasan Berjenjang
Jakarta Raih Peringkat ke-17 Infrastruktur Transportasi Terbaik Dunia, Pramono: Saingan Kita Kini Kota Global
Hari Perawat Internasional 2026: Mengenang Florence Nightingale dan Seruan Pemberdayaan Perawat Global
Ekonomi Jateng Tumbuh 5,89 Persen di Awal 2026, Lampaui Rata-rata Nasional