Tim Relawan China Bantu Evakuasi Korban Banjir Aceh dengan Teknologi Khusus

- Minggu, 07 Desember 2025 | 15:00 WIB
Tim Relawan China Bantu Evakuasi Korban Banjir Aceh dengan Teknologi Khusus
Relawan China Bantu Pencarian Korban di Aceh

Upaya pencarian korban banjir dan tanah longsor di Aceh mendapat tambahan tenaga. Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem, mengonfirmasi kedatangan lima relawan asal China. Mereka punya misi khusus: melacak jenazah yang masih tertimbun di dalam lumpur.

Menurut Mualem, tim ini membawa peralatan khusus untuk tugas itu. "Mereka ada alat untuk mendeteksi mayat yang terpendam, sekaligus mengambilnya dari dalam lumpur," ujarnya, Minggu (7/12) lalu.

"Mayat-mayat di Aceh Timur, Aceh Utara dan Aceh Tamiang masih dalam lumpur, jadi lumpur itu sampai sepinggang. Jadi mereka ada alat bantu kita,"

Kelima relawan itu sebenarnya sudah tiba sehari sebelumnya, Sabtu (6/12). Mereka langsung bertemu dengan sang gubernur. Dari penampilannya, mereka seragam: baju biru dengan bendera Tiongkok kecil di lengan kiri.

Rencananya, tim ini akan dikerahkan ke wilayah-wilayah terparah. Daerah pesisir timur Aceh jadi prioritas, mengingat dampak banjir dan longsor di sana sangat masif. Banyak desa, kata Mualem, bahkan hilang begitu saja tersapu air.

Diharapkan, kehadiran mereka bisa mempercepat proses pencarian. Sampai saat ini, masih ada korban yang belum ditemukan. Situasi medan yang sulit, dengan lumpur setinggi pinggang, jelas membutuhkan bantuan teknologi dan tenaga ekstra.

Mualem sendiri tampak menyambut baik bantuan ini. Di tengah kondisi yang serba terbatas, upaya apapun untuk menemukan korban menjadi sangat berharga.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar