Upaya pencarian korban banjir dan tanah longsor di Aceh mendapat tambahan tenaga. Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem, mengonfirmasi kedatangan lima relawan asal China. Mereka punya misi khusus: melacak jenazah yang masih tertimbun di dalam lumpur.
Menurut Mualem, tim ini membawa peralatan khusus untuk tugas itu. "Mereka ada alat untuk mendeteksi mayat yang terpendam, sekaligus mengambilnya dari dalam lumpur," ujarnya, Minggu (7/12) lalu.
"Mayat-mayat di Aceh Timur, Aceh Utara dan Aceh Tamiang masih dalam lumpur, jadi lumpur itu sampai sepinggang. Jadi mereka ada alat bantu kita,"
Kelima relawan itu sebenarnya sudah tiba sehari sebelumnya, Sabtu (6/12). Mereka langsung bertemu dengan sang gubernur. Dari penampilannya, mereka seragam: baju biru dengan bendera Tiongkok kecil di lengan kiri.
Artikel Terkait
AS Setujui Penjualan Senjata Rp 109 Triliun, Apache dan Kendaraan Tempur untuk Israel
Rafah Akhirnya Dibuka, Warga Gaza Boleh Pulang dengan Syarat Ketat
Ade Rezki Pratama Soroti Keterbatasan ICU dan Fasilitas Darurat di Padang Pariaman
PDIP Bantah Hadiri Pertemuan dengan Presiden: Kami Bukan Oposisi, Tapi Penyeimbang