Rencananya, tim ini akan dikerahkan ke wilayah-wilayah terparah. Daerah pesisir timur Aceh jadi prioritas, mengingat dampak banjir dan longsor di sana sangat masif. Banyak desa, kata Mualem, bahkan hilang begitu saja tersapu air.
Diharapkan, kehadiran mereka bisa mempercepat proses pencarian. Sampai saat ini, masih ada korban yang belum ditemukan. Situasi medan yang sulit, dengan lumpur setinggi pinggang, jelas membutuhkan bantuan teknologi dan tenaga ekstra.
Mualem sendiri tampak menyambut baik bantuan ini. Di tengah kondisi yang serba terbatas, upaya apapun untuk menemukan korban menjadi sangat berharga.
Artikel Terkait
CFD Besok Sediakan Pendaftaran Kartu Gratis Transjakarta untuk Lansia dan Disabilitas
Genangan Air Masih Selimuti Lima RT di Jakarta Utara
Ricuh Singkat di Luar Indomilk Arena Usai Derbi Persita vs Persija
Tetangga di Cilacap Bunuh dan Perkosa Bocah 4,5 Tahun yang Hanya Ingin Main