Rencananya, tim ini akan dikerahkan ke wilayah-wilayah terparah. Daerah pesisir timur Aceh jadi prioritas, mengingat dampak banjir dan longsor di sana sangat masif. Banyak desa, kata Mualem, bahkan hilang begitu saja tersapu air.
Diharapkan, kehadiran mereka bisa mempercepat proses pencarian. Sampai saat ini, masih ada korban yang belum ditemukan. Situasi medan yang sulit, dengan lumpur setinggi pinggang, jelas membutuhkan bantuan teknologi dan tenaga ekstra.
Mualem sendiri tampak menyambut baik bantuan ini. Di tengah kondisi yang serba terbatas, upaya apapun untuk menemukan korban menjadi sangat berharga.
Artikel Terkait
Anak Terluka Diduga Akibat Peluru Nyasar, Latihan Militer Korsel Dihentikan Sementara
Lonjakan 247 Persen Pemudik Laut di Pelabuhan Tenau Kupang
Transjakarta Perpanjang Jam Operasi Bus Wisata Selama Libur Lebaran 2026
Kemenag Ingatkan Etika Berbuka Saat Mudik dan Anjurkan Manfaatkan Aplikasi Pusaka