Di Islamabad, Selasa kemarin, Presiden Prabowo Subianto menekankan sebuah persamaan mendasar antara Indonesia dan Pakistan. Keduanya adalah negara dengan populasi muslim terbesar di dunia. Tapi, itu bukan satu-satunya hal. Yang lebih penting, menurut Prabowo, adalah corak keislaman yang dianut.
"Kita berdua mungkin merupakan negara Muslim terbesar di dunia. Namun, Islam kita adalah Islam moderat, yang mendorong inklusivitas, toleransi,"
Ujarnya dalam pernyataan bersama Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif. Pernyataan itu sekaligus menggarisbawahi nilai-nilai yang dipegang oleh mayoritas penduduk kedua negara.
Di sisi lain, Prabowo tak melupakan sejarah. Ikatan persaudaraan dan hubungan historis antara Indonesia dan Pakistan, baginya, sangatlah kuat. Ia melihat ini sebagai modal berharga. Modal yang harus dikelola, bukan sekadar kenangan.
"Saya pikir sangat penting bagi kita, kini dan nanti, untuk memanfaatkan sejarah ini, memanfaatkan ikatan persaudaraan ini untuk memberi manfaat bagi rakyat kita di berbagai bidang,"
Katanya lagi. Dan manfaat konkret itu sepertinya sudah mulai dirancang, terutama di sektor yang sedang jadi perhatian utama Indonesia: kesehatan.
Bertolak dari kebutuhan itu, Pakistan akan mengirimkan bantuan tenaga kesehatan. Mulai dari dokter hingga ahli-ahli lain di bidang tersebut. Prabowo mengakui, kebutuhan dalam negeri akan dokter dan dokter gigi memang sangat besar. Apalagi, program besar-besaran di bidang pendidikan kesehatan sedang ia galakkan.
"Jadi bantuan Pakistan akan sangat strategis dan krusial bagi kami. Kami sangat menghargainya,"
tutur Prabowo. Tak berhenti di pernyataan, ia sudah menginstruksikan jajaran menterinya. Intruksinya jelas: percepat semua kerja sama dengan Pakistan, baik di bidang kesehatan maupun sektor-sektor lain yang sudah disepakati. Langkahnya terlihat gesit, seolah tak ingin momentum baik ini berlalu begitu saja.
Artikel Terkait
Menaker Terbitkan Aturan Baru, Hanya Enam Bidang Pekerjaan yang Boleh Gunakan Sistem Outsourcing
Kementerian Perdagangan Siap Sesuaikan HET Minyakita, Harga di Pasaran Tembus Rp19.000 per Liter
Penataan Jalan HR Rasuna Said Dikebut, Ditargetkan Rampung Sebelum HUT Jakarta 2026
Konflik Timur Tengah Ancam Investasi Raksasa AI Senilai Rp10.800 Triliun