Di Islamabad, Selasa kemarin, Presiden Prabowo Subianto menekankan sebuah persamaan mendasar antara Indonesia dan Pakistan. Keduanya adalah negara dengan populasi muslim terbesar di dunia. Tapi, itu bukan satu-satunya hal. Yang lebih penting, menurut Prabowo, adalah corak keislaman yang dianut.
"Kita berdua mungkin merupakan negara Muslim terbesar di dunia. Namun, Islam kita adalah Islam moderat, yang mendorong inklusivitas, toleransi,"
Ujarnya dalam pernyataan bersama Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif. Pernyataan itu sekaligus menggarisbawahi nilai-nilai yang dipegang oleh mayoritas penduduk kedua negara.
Di sisi lain, Prabowo tak melupakan sejarah. Ikatan persaudaraan dan hubungan historis antara Indonesia dan Pakistan, baginya, sangatlah kuat. Ia melihat ini sebagai modal berharga. Modal yang harus dikelola, bukan sekadar kenangan.
"Saya pikir sangat penting bagi kita, kini dan nanti, untuk memanfaatkan sejarah ini, memanfaatkan ikatan persaudaraan ini untuk memberi manfaat bagi rakyat kita di berbagai bidang,"
Artikel Terkait
Rp74 Triliun untuk Bangkitkan Sumatera: Build Back Better Pasca-Bencana
Prabowo Pimpin Rapat, Godok 10 Kampus Baru Hasil Kolaborasi Indonesia-Inggris
Emas Antam Tembus Rekor, Sentuh Rp2,9 Juta per Gram
OJK Salurkan Restrukturisasi Kredit Rp12,58 Triliun untuk Korban Bencana Sumatera