Katanya lagi. Dan manfaat konkret itu sepertinya sudah mulai dirancang, terutama di sektor yang sedang jadi perhatian utama Indonesia: kesehatan.
Bertolak dari kebutuhan itu, Pakistan akan mengirimkan bantuan tenaga kesehatan. Mulai dari dokter hingga ahli-ahli lain di bidang tersebut. Prabowo mengakui, kebutuhan dalam negeri akan dokter dan dokter gigi memang sangat besar. Apalagi, program besar-besaran di bidang pendidikan kesehatan sedang ia galakkan.
"Jadi bantuan Pakistan akan sangat strategis dan krusial bagi kami. Kami sangat menghargainya,"
tutur Prabowo. Tak berhenti di pernyataan, ia sudah menginstruksikan jajaran menterinya. Intruksinya jelas: percepat semua kerja sama dengan Pakistan, baik di bidang kesehatan maupun sektor-sektor lain yang sudah disepakati. Langkahnya terlihat gesit, seolah tak ingin momentum baik ini berlalu begitu saja.
Artikel Terkait
Rp74 Triliun untuk Bangkitkan Sumatera: Build Back Better Pasca-Bencana
Prabowo Pimpin Rapat, Godok 10 Kampus Baru Hasil Kolaborasi Indonesia-Inggris
Emas Antam Tembus Rekor, Sentuh Rp2,9 Juta per Gram
OJK Salurkan Restrukturisasi Kredit Rp12,58 Triliun untuk Korban Bencana Sumatera