Senin pagi ini, suasana di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, tampak berbeda. Keramaian para pejabat dari seluruh Indonesia memadati lokasi, menandai dimulainya Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah tahun 2026. Acara penting ini rencananya akan dibuka secara resmi oleh Presiden Prabowo Subianto.
Rakornas yang digelar Kemendagri ini memang bukan sekadar agenda rutin. Momentum ini dinilai krusial untuk menyelaraskan visi antara Jakarta dan daerah-daerah. Menurut sejumlah saksi, ada harapan besar yang digantungkan pada forum ini.
Nantinya, Prabowo dijadwalkan menyampaikan evaluasi kinerja pemerintahan sepanjang tahun lalu. Tak cuma itu, ia juga akan memaparkan strategi-strategis untuk memacu kinerja di tahun 2026 ini. Targetnya jelas: mendorong implementasi program prioritas nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Fokus utamanya ada pada beberapa hal. Kedaulatan pangan dan energi jadi salah satu isu sentral. Di sisi lain, penguatan ekonomi yang produktif dan inklusif juga tak kalah penting.
Yang menarik perhatian banyak pihak adalah target pertumbuhan ekonomi yang diusung. Angka 8 persen yang dicanangkan terbilang ambisius. Pencapaiannya, mau tak mau, sangat bergantung pada sinergi dan peran aktif para kepala daerah serta Forkopimda di lapangan.
Mereka inilah penggerak utama pemerintahan dan pembangunan di daerah. Makanya, Rakornas ini berfungsi sebagai ruang untuk menyamakan pemahaman. Tujuannya agar kebijakan pusat dan daerah bisa berjalan seirama, tidak saling tumpang tindih.
Pesertanya tak main-main. Sekitar 4.487 orang hadir, datang dari berbagai penjuru tanah air. Mulai dari jajaran menteri, gubernur, bupati, walikota, pimpinan DPRD, hingga unsur Forkopimda semua berkumpul di satu tempat.
Kemendagri sendiri menghadirkan deretan narasumber dari Kabinet Merah Putih. Ada Menteri Koordinator, Menteri, hingga pimpinan lembaga negara termasuk TNI dan Polri.
Diskusi dalam rakornas akan dibagi ke dalam beberapa sesi tematik. Isu-isu strategis seperti sinergi kebijakan ekonomi dan energi akan dibedah. Lalu, strategi kedaulatan pangan berkelanjutan juga jadi bahan pembahasan. Tak ketinggalan, penguatan stabilitas keamanan di daerah turut menjadi agenda.
Hari ini, semua mata tertuju ke Sentul. Menunggu arahan dan hasil koordinasi yang akan menentukan arah pembangunan ke depan.
Artikel Terkait
Menaker Terbitkan Aturan Baru, Hanya Enam Bidang Pekerjaan yang Boleh Gunakan Sistem Outsourcing
Kementerian Perdagangan Siap Sesuaikan HET Minyakita, Harga di Pasaran Tembus Rp19.000 per Liter
Penataan Jalan HR Rasuna Said Dikebut, Ditargetkan Rampung Sebelum HUT Jakarta 2026
Konflik Timur Tengah Ancam Investasi Raksasa AI Senilai Rp10.800 Triliun