Promotor Ungkap Tantangan Yakinkan Patrick Kluivert Tampil Lagi di Indonesia

- Kamis, 09 April 2026 | 04:45 WIB
Promotor Ungkap Tantangan Yakinkan Patrick Kluivert Tampil Lagi di Indonesia

Jakarta - Bagi Reza Subekti, CEO Senyawa Entertainment, mendatangkan Patrick Kluivert ke Indonesia bukan perkara mudah. Promotor pertandingan Clash of Legends itu harus bekerja ekstra keras meyakinkan mantan pelatih timnas Indonesia itu untuk kembali, mengingat sentimen negatif yang masih melekat dari sebagian suporter lokal.

Bagaimana tidak? Nama Kluivert masih menyisakan rasa kecewa bagi banyak penggemar sepak bola tanah air, setelah ia gagal membawa Garuda lolos ke Piala Dunia 2026.

“Awalnya cukup sulit, sih, meyakinkan Coach Patrick untuk tampil lagi,” ujar Reza dalam jumpa pers di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu.

“Tapi akhirnya kami ketemu. Saya coba jelaskan dan yakinkan dia, dan alhamdulillah dia setuju untuk datang ke sini,” lanjutnya.

Reza sendiri punya pandangan lain soal kegagalan itu. Menurutnya, menyalahkan Kluivert sepenuhnya itu tidak adil. Peringkat FIFA Indonesia kala itu memang jauh di bawah Arab Saudi dan Iran, dua lawan berat di putaran kualifikasi. Realitasnya memang pahit, tapi itulah faktanya.

Meski paham betul ada kegusaran di sana-sini, Reza tetap percaya diri. Ia bahkan berani menjamin keamanan sang legenda Belanda selama di Indonesia.

“Saya bilang langsung ke Patrick, ‘Datang saja, keamanan Bapak saya yang jamin’,” tegas Reza.

“Saya juga mau mengajak semua masyarakat, kita ini bangsa yang beradab. Jangan sampai ada tindakan yang malah mencela dan, ujung-ujungnya, merugikan citra Indonesia di mata internasional,” pungkasnya.

Nah, kalau sudah datang, Kluivert tidak sendirian. Ia akan membela tim legenda Barcelona yang juga diisi nama-nama besar seperti Philip Cocu, kiper Vitor Baia, dan striker lincah Javier Saviola.

Lawan mereka di GBK nanti, 18 April, tak kalah mentereng: DRX World Legends. Skuad itu akan menurunkan bintang-bintang seperti Alessandro del Piero, Fabio Cannavaro, dan Franck Ribery. Pastinya bakal jadi tontonan yang menarik.

Mengenai catatan buruk Kluivert, memang tidak bisa dipungkiri. Timnas hanya jadi juru kunci di grup dengan nol poin, setelah kalah dari Arab Saudi 2-3 dan kemudian takluk 0-1 dari Irak pada Oktober 2025. Hasil itulah yang kemudian berujung pada pemecatan dirinya beserta seluruh staf kepelatihan asal Belanda oleh PSSI, tepatnya 16 Oktober 2025.

Jadi, pertandingan nanti bukan sekadar soal sepak bola nostalgia. Tapi juga tentang bagaimana seorang figur kontroversial diterima kembali oleh publik yang pernah ia kecewakan. Sebuah ujian kedewasaan, mungkin.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar