Gencatan Senjata Iran-AS Buka Kembali Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Anjlok

- Kamis, 09 April 2026 | 06:15 WIB
Gencatan Senjata Iran-AS Buka Kembali Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Anjlok

Dunia akhirnya bisa menarik napas sedikit lebih lega. Setelah tegang berhari-hari, gencatan senjata sementara antara Iran dan Amerika Serikat akhirnya disepakati. Kabar baik ini bukan cuma soal politik, tapi juga secercah harapan untuk lalu lintas kapal di Selat Hormuz yang sempat macet total.

Ingat awal Maret lalu? Saat AS dan Israel melancarkan serangan ke Iran, respon Teheran cepat dan tegas: mereka tutup selat vital itu. Langsung saja, kekacauan melanda pasar global. Indonesia pun ikut merasakan dampaknya. Harga minyak dunia melonjak tak terkendali, bikin semua negara kalang kabut.

Memang, posisi Selat Hormuz sangat strategis. Jalur sempit selebar 33-39 kilometer itu jadi urat nadi energi dunia. Sekitar seperlima pasokan minyak global atau sekitar 20 juta barel per hari plus sebagian besar LNG, harus melewati titik itu. Gangguan sedikit saja, efeknya langsung terasa ke mana-mana.

Makanya, reaksi pasar begitu Iran setuju buka selat untuk dua minggu ke depan sangat positif. Harga minyak mentah Brent untuk kontrak Juni anjlok 12,6%, bertengger di angka US$91,92 per barel. Sementara, minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei turun lebih dalam, 16,6%, jadi US$94,10 per barel. Penurunan yang cukup signifikan.

Di sisi lain, angka kerugiannya juga nyata. Gangguan ekspor lewat selat itu sempat sentuh 13 juta barel per hari di Maret. Kawasan Asia, termasuk kita, paling terpukul karena ketergantungan impor minyak dan gas dari Timur Tengah yang mencapai 60% dan 80%. Sungguh rentan.

Belajar dari situasi ini, satu hal yang jelas: perang nggak pernah membawa manfaat. Selama 41 hari konflik berlangsung, yang ada cuma kerugian di semua sisi. Sebaliknya, perdamaian walau baru sementara langsung terasa manfaatnya buat banyak pihak.

Karena itu, semua mata sekarang tertuju ke Islamabad. Perundingan yang dimediasi Pakistan dijadwalkan mulai Jumat, 10 April 2026 waktu setempat. Publik berharap AS dan Iran serius kali ini. Jangan sampai ada yang cari menang sendiri dan mengabaikan kepentingan negara lain, terutama yang cuma numpang lewat seperti negara-negara pengimpor energi.

Editor: Hendra Wijaya


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar