Anggota PAN di Komisi XII DPR, Aqib Ardiansyah, menyambut baik kabar terbaru dari Timur Tengah. Kesepakatan gencatan senjata sementara antara Amerika Serikat dan Iran, yang juga membuka kembali akses pelayaran di Selat Hormuz, menurutnya adalah perkembangan yang menggembirakan. Dampaknya langsung terasa: harga minyak dunia pun turun.
"Kabar baik, semoga gencatan senjata ini menjadi titik balik untuk mencapai perdamaian dunia demi menjaga stabilitas," ujar Aqib kepada para wartawan, Kamis lalu.
Ia lalu merujuk pada data pasar. "Hal tersebut bisa dilihat harga minyak brent hari ini langsung turun ke angka 94. Kita berharap kondisi ke depan semakin stabil," sambungnya.
Namun begitu, optimisme ini perlu diiringi dengan tindakan nyata. Aqib menekankan bahwa semua pihak yang terlibat harus konsisten. Tujuannya jelas: meredam konflik agar stabilitas geopolitik tidak kembali goyah.
"Kita berharap para pihak konsisten bisa menjaga kestabilan kondisi geopolitik yang dampaknya juga kepada hajat hidup masyarakat banyak (harga dan pasokan minyak)," tegasnya.
Di sisi lain, ada satu hal lain yang masih mengganjal. Yaitu wacana penerapan tarif baru bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz. Menurut Aqib, rencana ini belum final dan butuh kajian mendalam.
"Terkait tarif Selat Hormuz apabila dibuka, hal tersebut masih perlu dikaji lebih lanjut dan kita mempersiapkan segala hal untuk mengantisipasinya," ungkapnya. Pemerintah, kata dia, harus punya skenario cadangan untuk menghadapi kemungkinan itu.
Artikel Terkait
Polda Bali Siagakan Tim Urai Kemacetan Antisipasi Lonjakan Kendaraan saat Libur Panjang
Iran Mulai Persiapan Pemakaman Kenegaraan untuk Khamenei yang Tewas dalam Serangan AS-Israel
Pemerintah Pastikan Pelemahan Rupiah Tak Ganggu Pasokan Energi Nasional, Genjot PLTS 100 GW
Perempuan Muda Ditemukan Tewas di Hotel Kebayoran Baru, Polisi Tunggu Hasil Visum