Ancaman Donald Trump terdengar seperti adegan film fiksi ilmiah. Presiden Amerika Serikat itu memperingatkan, 'seluruh peradaban akan mati' jika Iran tidak membuka Selat Hormuz sebelum batas waktu yang ditetapkan. Namun, ancaman keras itu sepertinya tidak menggoyahkan Teheran. Mereka mengaku siap menghadapi segala kemungkinan.
Menurut Wakil Presiden Pertama Iran, Mohammad Reza Aref, pemerintahnya telah bersiap untuk semua skenario. Pernyataannya dilansir oleh kantor berita AFP, Selasa lalu.
"Tidak ada ancaman yang berada di luar kesiapan dan intelijen kami," tegas Reza.
Di sisi lain, situasinya semakin rumit karena kedua belah pihak AS dan Iran ternyata sama-sama menolak proposal gencatan senjata 45 hari dari mediator internasional. Jalan diplomatik seakan mentok.
Dari Budapest, Wakil Presiden AS JD Vance menambahkan bumbu ketegangan dengan pernyataan yang samar. Ia menyebut Amerika punya "alat" yang belum diputuskan untuk digunakan terhadap Iran. Apa alat itu? Vance tak mau menjabarkannya lebih jauh.
Artikel Terkait
BNN dan DPR Desak Larangan Vape, Khawatir Disalahgunakan untuk Narkoba
Flick Bela Luapan Emosi Yamal: Itu Emosional dan Itu Bagus
Iran Buka Jalur Aman di Selat Hormuz untuk Dua Pekan, Gencatan Senjata dengan AS Dimulai
Wali Kota Jaktim Buka Suara: Petugas PPSU Unggah Foto Rekayasa AI di JAKI