Ancaman Donald Trump terdengar seperti adegan film fiksi ilmiah. Presiden Amerika Serikat itu memperingatkan, 'seluruh peradaban akan mati' jika Iran tidak membuka Selat Hormuz sebelum batas waktu yang ditetapkan. Namun, ancaman keras itu sepertinya tidak menggoyahkan Teheran. Mereka mengaku siap menghadapi segala kemungkinan.
Menurut Wakil Presiden Pertama Iran, Mohammad Reza Aref, pemerintahnya telah bersiap untuk semua skenario. Pernyataannya dilansir oleh kantor berita AFP, Selasa lalu.
"Tidak ada ancaman yang berada di luar kesiapan dan intelijen kami," tegas Reza.
Di sisi lain, situasinya semakin rumit karena kedua belah pihak AS dan Iran ternyata sama-sama menolak proposal gencatan senjata 45 hari dari mediator internasional. Jalan diplomatik seakan mentok.
Dari Budapest, Wakil Presiden AS JD Vance menambahkan bumbu ketegangan dengan pernyataan yang samar. Ia menyebut Amerika punya "alat" yang belum diputuskan untuk digunakan terhadap Iran. Apa alat itu? Vance tak mau menjabarkannya lebih jauh.
Gedung Putih langsung bereaksi. Sekretaris Pers Karoline Leavitt membantah keras bahwa pernyataan Vance mengacu pada senjata nuklir. Leavitt menegaskan, "hanya Presiden yang tahu bagaimana situasinya dan apa yang akan dia lakukan."
Sebelumnya, Trump memang sudah berjanji akan melakukan 'penghancuran total' terhadap infrastruktur penting Iran. Sasaran utamanya adalah jembatan dan pembangkit listrik. Semua itu digantungkan pada kesepakatan membuka Selat Hormuz.
Namun begitu, beberapa jam sebelum tenggat waktu berakhir, laporan lain muncul dari kawasan. Israel mengklaim telah menyelesaikan serangan besar-besaran yang menargetkan situs infrastruktur di seluruh Iran. Serangan ini seperti menjadi pembuka yang mencemaskan.
Trump kemudian kembali menulis di Truth Social. Ancaman terakhirnya terdengar lebih suram dan fatalistik. Ia mengingatkan Iran bahwa "seluruh peradaban akan mati malam ini, dan tidak akan pernah bisa dihidupkan kembali. Saya tidak ingin itu terjadi, tetapi mungkin akan terjadi."
Kata-katanya menggantung, meninggalkan dunia menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya.
Artikel Terkait
Komisi III DPR Bantah Penggunaan APBN untuk Sapi Kurban Presiden Langgar Hukum dan Syariat
Pengunjung Ragunan Tembus 16.810 Orang pada Hari Pertama Libur Idul Adha 2026
Polisi Bongkar Jaringan Curanmor Terintegrasi Peredaran Sabu dan Obat Keras di Jakarta Timur, 8 Tersangka Diamankan
Polres Karawang Periksa Empat Saksi Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Ayah Kandung pada Anak