“Saya bilang langsung ke Patrick, ‘Datang saja, keamanan Bapak saya yang jamin’,” tegas Reza.
“Saya juga mau mengajak semua masyarakat, kita ini bangsa yang beradab. Jangan sampai ada tindakan yang malah mencela dan, ujung-ujungnya, merugikan citra Indonesia di mata internasional,” pungkasnya.
Nah, kalau sudah datang, Kluivert tidak sendirian. Ia akan membela tim legenda Barcelona yang juga diisi nama-nama besar seperti Philip Cocu, kiper Vitor Baia, dan striker lincah Javier Saviola.
Lawan mereka di GBK nanti, 18 April, tak kalah mentereng: DRX World Legends. Skuad itu akan menurunkan bintang-bintang seperti Alessandro del Piero, Fabio Cannavaro, dan Franck Ribery. Pastinya bakal jadi tontonan yang menarik.
Mengenai catatan buruk Kluivert, memang tidak bisa dipungkiri. Timnas hanya jadi juru kunci di grup dengan nol poin, setelah kalah dari Arab Saudi 2-3 dan kemudian takluk 0-1 dari Irak pada Oktober 2025. Hasil itulah yang kemudian berujung pada pemecatan dirinya beserta seluruh staf kepelatihan asal Belanda oleh PSSI, tepatnya 16 Oktober 2025.
Jadi, pertandingan nanti bukan sekadar soal sepak bola nostalgia. Tapi juga tentang bagaimana seorang figur kontroversial diterima kembali oleh publik yang pernah ia kecewakan. Sebuah ujian kedewasaan, mungkin.
Artikel Terkait
Trump Usulkan Tol Bersama di Selat Hormuz dalam Rencana Perundingan dengan Iran
Harga Minyak Dunia Anjlok Lebih dari 15% Usai Keputusan Trump Soal Iran
Presiden Prabowo Perintahkan Penertiban Dapur Gizi Bermasalah dan Pastikan Bantuan Tepat Sasaran
Manado Kerahkan 1.216 Personel Amankan Perayaan Paskah Nasional 2026