Pabrik Melamin Terbesar di Indonesia Dibangun di KEK Gresik dengan Investasi Rp10,2 Triliun

- Kamis, 09 April 2026 | 07:40 WIB
Pabrik Melamin Terbesar di Indonesia Dibangun di KEK Gresik dengan Investasi Rp10,2 Triliun

Rabu lalu, di tengah teriknya Gresik, sebuah proyek ambisius akhirnya dimulai. Pabrik melamin yang disebut-sebut sebagai yang terbesar dan pertama di Indonesia resmi dibangun di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) setempat. Proyek ini bukan main-main, dengan nilai investasi yang mencapai Rp10,2 triliun.

PT GEABH Joint Technology, sang penggarap, punya target yang jelas. Mereka ingin membangun rantai industri melamin terintegrasi. Nantinya, fasilitas ini akan mengolah gas alam menjadi amonia, lalu diproses lagi menjadi urea, sebelum akhirnya jadi produk bernilai tinggi seperti melamin dan amonium nitrat. Kapasitasnya? Cukup besar: 800 ton amonia per hari, 1.500 ton urea, dan 200 ton melamin. Kalau semuanya berjalan mulus, pabrik ini bisa menghasilkan 120.000 ton melamin per tahun dan diharapkan sudah beroperasi pada pertengahan 2027.

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, yang juga Ketua Dewan Nasional KEK, menyoroti pentingnya proyek ini. Dalam sambutannya yang disampaikan secara daring, dia menekankan bahwa ini adalah bagian dari rencana besar.

“Proyek ini merupakan bagian dari rencana pengembangan yang lebih besar di KEK Gresik dengan total nilai investasi yang diproyeksikan mencapai sekitar USD 600 juta. Hal ini mencerminkan komitmen kuat kita dalam mempercepat hilirisasi industri dan menciptakan industri bernilai tambah tinggi di dalam negeri,” ujarnya.

Menurut Airlangga, langkah ini sejalan betul dengan arah kebijakan pemerintah dalam RPJMN 2025–2029, di mana hilirisasi dan penguatan KEK jadi prioritas utama. Gresik sendiri sudah ditetapkan sebagai KEK prioritas nasional yang punya peran strategis.

Di sisi lain, kinerja KEK secara nasional memang sedang bagus-bagusnya. Hingga tahun lalu, realisasi investasi kumulatifnya tembus Rp336 triliun dan mampu menyerap lebih dari 249 ribu pekerja. Kontribusi KEK Gresik sendiri cukup signifikan. Sepanjang 2025, kawasan ini berhasil menarik investasi Rp105,4 triliun sekitar sepertiga dari total nasional dan membuka lapangan kerja untuk sekitar 46 ribu orang. Angka-angka itu jelas menunjukkan betapa Gresik kini jadi motor penggerak utama.

Dampaknya bagi daerah pun sudah terasa. Sektor manufaktur, yang menjadi tulang punggung perekonomian Jatim dengan kontribusi sekitar 31,32 persen, ternyata membawa efek riil. Kabupaten Gresik, misalnya, berhasil menekan angka pengangguran dari 8 persen menjadi 5,47 persen dalam kurun lima tahun terakhir. Perubahan yang cukup berarti.

Airlangga kembali menegaskan peran vital sektor manufaktur. Dia melihat investasi baru di proyek melamin ini sebagai sebuah momentum positif.

“Pada 2025, sektor manufaktur berkontribusi sebesar 19,07 persen terhadap PDB Indonesia dan menjadi penggerak utama pertumbuhan di berbagai kawasan industri,” jelasnya.

Intinya, masuknya investasi segini besar bukan cuma soal angka. Tapi juga soal kepercayaan. Kepercayaan investor terhadap iklim industri di Indonesia, yang tampaknya semakin menguat. Proyek di Gresik ini diharapkan bukan hanya menjadi tonggak hilirisasi industri kimia, tapi juga pemantik bagi pertumbuhan yang lebih luas lagi ke depannya.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar