Wall Street menutup perdagangan Rabu (8/4/2026) dengan catatan hijau yang cukup signifikan. Sentimen investor membaik setelah Amerika Serikat dan Iran sepakat untuk gencatan senjata selama dua minggu. Kesepakatan yang ditengahi Pakistan ini, rupanya, jadi angin segar yang ditunggu pasar.
Indeks Dow Jones melonjak 1.326,33 poin, atau setara 2,85 persen, ke level 47.910,79. Sementara itu, S&P 500 naik 165,98 poin (2,51%) menjadi 6.782,83. Nasdaq Composite juga ikut meroket, bertambah 617,15 poin atau 2,80 persen, menetap di 22.635,00. Kenaikan terjadi hampir di semua sektor sejak bel dibuka.
Namun begitu, reli ini punya latar yang kelam. Konflik yang dipicu serangan AS-Israel akhir Februari lalu sempat mengguncang pasar global. Pasokan minyak terganggu, inflasi mengancam, dan ketidakpastian merajalela. Itu sebabnya, kabar gencatan senjata langsung disambut dengan euforia.
Seorang pejabat senior Iran bahkan memberi sinyal lebih lanjut. Menurutnya, Selat Hormuz jalur vital bagi seperlima minyak dunia bisa dibuka kembali Kamis atau Jumat ini. Syaratnya, kedua pihak menyetujui kerangka gencatan senjata. Ini jelas kabar bagus, meski jalan menuju perdamaian tetap masih panjang.
Mike Dickson dari Horizon Investments di Charlotte melihat reli ini sebagai bentuk kelegaan pasar. "Ini pergerakan yang diharapkan," katanya.
"Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan, tapi pasar cukup lega. Sisi lain dari koin ini bisa jauh lebih buruk. Jadi, wajar kalau kita lihat pemulihan kuat justru di area pasar yang paling terpukul," ujarnya menjelaskan.
Artikel Terkait
Harga Emas Melonjak Dekati Level Tertinggi Usai Gencatan Senjata AS-Iran
Analis Proyeksikan Harga CPO Naik Didorong Kebijakan B50 Mulai 2026
IHSG Melonjak 3,39%, Analis Ingatkan Potensi Koreksi Masih Mengintai
BI Sebut Ruang Turunkan Suku Bunga Makin Sempit Imbas Gejolak Global