Di jalur Lingkar Gentong, Tasikmalaya, sekarang ada pemandangan yang berbeda. Lahan seluas satu hektare yang dulu dikenal sebagai bekas gedung laboratorium uji pertanian kini berubah total. Polres Tasikmalaya membangunnya menjadi sebuah rest area untuk pemudik. Dan lokasinya strategis banget, persis di tengah jalur yang jadi pintu masuk menuju Ciamis hingga Jawa Tengah.
Yang langsung menarik perhatian adalah sebuah gedung bernama Pos Terpadu Techno Park. Gedung ini jadi pusat koordinasi dan pemantauan arus mudik. Tapi, yang bikin tempat ini istimewa justru fasilitas-fasilitas di sekitarnya.
Di sisi kiri gedung, berjejer beberapa tenda dengan fungsi beragam. Tenda pertama sederhana: berisi matras untuk mereka yang butuh sekadar merebahkan badan sejenak. Rupanya, polisi paham betul bahwa kelelahan adalah musuh perjalanan jauh.
Beranjak ke tenda sebelahnya, suasana jadi lebih serius. Di sini tersedia alat-alat medis lengkap dengan tenaga kesehatan yang siaga. Jajaran nakes dari Puskesmas Ciawi diturunkan untuk memeriksa kondisi pemudik. Siapa tahu ada yang kurang fit atau butuh pertolongan pertama. Sebuah ambulans juga terparkir siap, berjaga-jaga untuk hal yang tak terduga.
Nah, kalau urusannya soal kendaraan bermasalah, tenda di ujunglah jawabannya. Di sini tersedia alat berat perbengkelan dan pompa angin. Montir panggilan siap membantu, entah itu ban bocor atau mesin yang tiba-tiba mogok. Cukup praktis, bukan?
Namun begitu, yang bikin senyum adalah sisi kanan area ini. Dua sekat besar disulap jadi wahana bermain anak. Satu ruangan indoor, satunya lagi area terbuka dengan perosotan elastis warna-warni persis seperti yang biasa dijumpai di pasar malam. Upaya kecil untuk mengusir kebosanan anak selama di perjalanan.
Yang mencengangkan, semua ini dibangun hanya dalam waktu dua pekan, dimulai sejak hari kesepuluh puasa. Hasilnya? Sebuah area istirahat gratis dengan lahan parkir luas yang digadang-gadang sebagai salah satu yang ternyaman.
Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol. Rudi Setiawan, saat melakukan inspeksi mendadak terlihat cukup terkesan. Menurutnya, pos ini punya nilai lebih.
"Saya melihat dari luar ya dan di dalam, ini punya keunikan, ya. Sehingga menjadi daya tarik untuk tempat memberikan pelayanan dan tempat peristirahatan," ujar Rudi, Selasa lalu.
Dia menambahkan, kehadiran rest area ini dampaknya bisa lebih luas. Bukan cuma untuk pemudik.
"Ada wahana bermain, tadi saya lihat langsung, ini cukup menarik dan itu gratis. Termasuk juga nanti ada UMKM. Untuk penduduk sekitar, ini tidak hanya juga sebagai tempat untuk beristirahat yang dalam perjalanan mudik dan balik, tetapi juga sebagai tujuan wisata," katanya.
Jadi, selain jadi penyelamat bagi pemudik yang lelah, tempat ini berpotensi jadi ruang hidup baru bagi masyarakat sekitar. Sebuah transformasi lahan yang cukup cerdas, memang.
Artikel Terkait
Menaker Terbitkan Aturan Baru, Hanya Enam Bidang Pekerjaan yang Boleh Gunakan Sistem Outsourcing
Kementerian Perdagangan Siap Sesuaikan HET Minyakita, Harga di Pasaran Tembus Rp19.000 per Liter
Penataan Jalan HR Rasuna Said Dikebut, Ditargetkan Rampung Sebelum HUT Jakarta 2026
Konflik Timur Tengah Ancam Investasi Raksasa AI Senilai Rp10.800 Triliun