Kabar itu datang, dan Neymar jelas tak bisa menyembunyikan perasaannya. Di tengah euforia comeback-nya bersama Santos, sang bintang justru tak menemukan namanya dalam daftar skuad terbaru Brasil yang dipanggil Carlo Ancelotti. Kekecewaannya terasa mendalam.
Memang, baru-baru ini ia tampil penuh 90 menit. Ia bahkan sudah mulai mencetak gol lagi. Tapi, rasanya semua itu belum cukup. Di usianya yang ke-34, perlombaan melawan waktu untuk Piala Dunia 2026 terasa semakin berat. Impian comeback yang romantis itu, untuk saat ini, harus tertunda dulu.
Ancelotti punya standarnya sendiri. Reputasi gemilang sekalipun, kata pelatih Italia itu, bukan jaminan tiket masuk. Dia butuh pemain yang 100% fit, yang punya intensitas fisik prima. Pesannya jelas: Neymar masih punya pekerjaan rumah yang besar.
"Kenapa saya tidak memanggilnya kali ini? Soalnya dia belum 100% siap. Saya butuh pemain yang seratus persen," tegas Ancelotti dalam sebuah wawancara.
"Jadi, Neymar harus terus latihan, main, tunjukkan kualitasnya. Dia harus dalam kondisi fisik yang bagus," lanjutnya tanpa basa-basi.
Penolakan itu, mau tak mau, menyentuh sisi emosional mantan bintang Barcelona dan PSG itu. Dalam sebuah penampilan di Kings League Brasil, Neymar akhirnya angkat bicara. Suaranya terdengar pasrah, meski tetap terselip harapan.
"Saya akan bicara di sini saja, soalnya saya nggak bisa pendam terus," ujarnya.
"Jelas, saya kecewa. Sedih, pastinya. Tapi saya tetap fokus. Hari demi hari, latihan demi latihan. Kita akan sampai juga ke tujuan. Masih ada seleksi final nanti," katanya mencoba meyakinkan diri.
Neymar paham betul. Posisinya di timnas kini bukan lagi sesuatu yang given. Keinginannya besar, tentu saja: memimpin Brasil meraih gelar keenam. Tapi keputusan akhir, ia akui, sepenuhnya ada di tangan para pelatih.
"Ingin kembali ke timnas? Mau main di Piala Dunia? Tentu saja. Tapi itu nggak tergantung saya," ucapnya lugas.
"Itu hak staf pelatih untuk memutuskan. Dan yang pasti, ada saya di sana atau tidak, saya akan selalu dukung timnas Brasil."
Waktu terus bergulir. Tanggal 19 Mei, saat skuad final diumumkan, semakin dekat. Tantangan Neymar kini berlapis: membuktikan diri pada Ancelotti, sekaligus mengangkat performa Santos yang lagi terpuruk.
Klub kebanggaannya itu cuma menang sekali dalam enam laga terakhir, tercecer di peringkat 14 Serie A. Pertandingan selanjutnya melawan Internacional jadi ajang pembuktian berikutnya. Di sisi lain, Brasil akan uji coba melawan Prancis dan Kroasia bulan depan tanpa kehadiran Neymar di lapangan.
Jalannya masih panjang. Dan bagi Neymar, setiap pertandingan sekarang adalah final.
Artikel Terkait
Persib Bandung Balikkan Keadaan, Kalahkan Bhayangkara 4-2 dan Rebut Puncak Klasemen dari Borneo FC
Tim Uber Indonesia Kalahkan Denmark, Tantang Korea Selatan di Semifinal
Pedrosa Prediksi Duel Bezzecchi vs Marquez di MotoGP 2026, Martin Jadi Kuda Hitam
Bruno Moreira Diuji di Empat Laga Sisa: Kapten Persebaya Harus Buktikan Diri di Tengah Standar Tinggi Bernardo Tavares