Oleh: Aan Muzhar
TVRINews, Sumatera Selatan Ada fenomena yang mengusik akhir-akhir ini. Beberapa oknum di LSM dan organisasi masyarakat (Ormas) dianggap menyimpang dari jalurnya. Hal ini, mau tak mau, merusak kepercayaan publik. Nah, menyikapi hal itu, Dewan Pimpinan Daerah LBH Peta Sumatera Selatan pun bergerak. Mereka mendorong penguatan peran lembaga-lembaga sipil ini agar kembali pada fungsi kontrol sosial yang sebenarnya.
Upaya konkretnya? Mereka menggelar Forum Group Discussion (FGD) di tiga wilayah strategis: Musi Rawas, Lubuklinggau, dan Muratara. Diskusi itu melibatkan berbagai perwakilan LSM dan Ormas setempat. Tujuannya jelas, ingin mengembalikan marwah aktivis dan membangun kembali kepercayaan yang sempat terkikis.
Ketua DPD LBH Peta Sumsel, Hazam, menegaskan pentingnya momentum ini.
"Tujuan utama FGD ini adalah mengembalikan marwah dan kepercayaan publik. Kita ingin LSM dan Ormas kembali menjadi mitra kritis yang solutif bagi pemerintah, bukan menjadi alat tekanan yang disalahgunakan," ujarnya, Selasa (17/3/2026).
Menurutnya, forum ini bukan sekadar ajang bicara. Ini langkah nyata. Dalam pertemuan tersebut, LBH Peta memetakan tiga peran strategis yang akan dijalankan ke depan. Pertama, sebagai mitra pengawas agar semua organisasi berjalan sesuai koridor hukum. Kedua, menjadi pengarah aspek legal lewat pendampingan hukum. Dan ketiga, berperan sebagai penjaga profesionalitas agar kerja sama antarlembaga berlangsung transparan dan penuh integritas.
Namun begitu, fokusnya tidak cuma ke internal. Sinergi ini juga diarahkan untuk mendukung program pembangunan pemerintah daerah. Dan yang tak kalah penting, menjaga stabilitas keamanan di wilayah Bumi Silampari. Dalam konteks ini, peran kepolisian sebagai penegak hukum juga ingin diperkuat.
Hazam menyampaikan apresiasi pada Polda Sumsel yang mendukung penuh kegiatan ini. Ia menegaskan, semua ini dilakukan untuk membangun soliditas.
"Kami hadir untuk menyerap aspirasi, menyatukan langkah, dan memastikan bahwa suara masyarakat tersampaikan dengan baik. Satu barisan, satu komando, demi mendukung kebijakan pemerintah daerah serta menjaga stabilitas bersama Polri," tegasnya.
Jadi, lewat diskusi di tiga kota itu, harapannya jelas: LSM dan Ormas bisa kembali pada khittah-nya. Bukan jadi masalah, tapi bagian dari solusi.
Editor: Redaktur TVRINews
Artikel Terkait
PNM dan Mandiri Taspen Beri Pelatihan Jahit Sepatu bagi 30 Penyandang Disabilitas di Brebes
Polres Nganjuk Tetapkan 14 Tersangka Pengeroyokan Pemain Sepak Bola, Tiga Pelaku Utama Masih di Bawah Umur
Bakpia Hangat Khas Yogyakarta Jadi Primadona di Jakarta Fair Kemayoran 2026
Presiden Prabowo Beri Bantuan Alat Drumband Profesional untuk Siswa SDN Tegalega yang Kreatif Bermusik dari Barang Bekas