Iran Naikkan Upah Minimum 60% di Tengah Perang dan Inflasi Tinggi

- Selasa, 17 Maret 2026 | 13:35 WIB
Iran Naikkan Upah Minimum 60% di Tengah Perang dan Inflasi Tinggi

Di tengah situasi perang yang tak kunjung reda, pemerintah Iran justru mengumumkan kenaikan upah minimum yang cukup signifikan. Angkanya melonjak 60 persen, dari sekitar 75 dolar AS per bulan menjadi kira-kira 120 dolar. Langkah ini diambil meski negara itu sedang berhadapan dengan tekanan ekonomi dan militer dari Amerika Serikat serta Israel.

Pengumuman resmi disampaikan Menteri Tenaga Kerja, Ahmad Midari, pada hari Senin lalu. Menurutnya, kenaikan ini mutlak diperlukan untuk mengejar laju inflasi dan biaya hidup yang terus melambung tinggi akibat konflik.

“Pengeluaran rumah tangga rata-rata sekarang berkisar antara 13 juta hingga 19 juta toman,” ujar Midari.

Itu setara dengan 100 hingga 145 dolar AS per bulan. Jadi, meski naik, upah minimum yang baru tetap saja masih berjuang untuk memenuhi kebutuhan dasar.

Namun begitu, kabar baiknya tak berhenti di situ. Pemerintah juga menyetujui kenaikan beberapa tunjangan penting bagi pekerja. Tunjangan perumahan, misalnya, bakal naik drastis dari 7 dolar menjadi sekitar 23 dolar. Sementara tunjangan anak naik dari 7 menjadi 12 dolar per bulan. Langkah ini jelas sedikit meringankan beban para buruh dan keluarganya.

Editor: Dewi Ramadhani


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar