Timnas Portugal akan mengenakan gelang bertuliskan nama Diogo Jota sepanjang perhelatan Piala Dunia 2026 sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada sang penyerang yang meninggal dunia akibat kecelakaan mobil di Spanyol pada Juli 2025. Gelang khusus berwarna merah hijau itu secara resmi diserahkan oleh Perdana Menteri Luis Montenegro kepada skuad Selecao sesaat sebelum laga pembuka Grup K melawan Republik Demokratik Kongo.
Penggunaan aksesori tersebut menjadi salah satu momen paling emosional dalam perjalanan Portugal di turnamen empat tahunan kali ini. Seluruh pemain disebut akan memakai gelang yang didedikasikan secara eksklusif untuk Jota, bukan sekadar sebagai aksesori, melainkan sebagai simbol kebersamaan yang abadi. Nama mantan penyerang Liverpool itu bahkan dicantumkan bersama daftar resmi para pemain yang tampil di Piala Dunia 2026, menjadikannya anggota skuad ke-27 secara simbolis.
Pemberian gelang oleh Perdana Menteri dilakukan sebagai bentuk dukungan moral sekaligus penghormatan negara terhadap jasa dan kenangan Jota. Sementara itu, dari sisi teknis, desain gelang tersebut telah dinyatakan memenuhi regulasi FIFA, sehingga para pemain Portugal dapat mengenakannya secara legal selama pertandingan berlangsung tanpa melanggar aturan perlengkapan pemain.
Portugal dijadwalkan memulai petualangan mereka dengan menghadapi Republik Demokratik Kongo di NRG Stadium, Houston, pada Rabu (17/6/2026) waktu setempat atau Kamis (18/6/2026) pukul 01.00 WITA. Laga ini tidak hanya menjadi ajang pembuktian ambisi kompetitif, tetapi juga menjadi panggung bagi skuad asuhan Roberto Martinez untuk mengenang rekan setim yang telah tiada.
Diogo Jota meninggal dunia pada Juli 2025 dalam sebuah kecelakaan mobil tragis di Spanyol. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi sepak bola Portugal dan dunia. Namun, di tengah kesedihan itu, skuad Portugal justru menjadikan kenangan akan Jota sebagai sumber kekuatan. Cristiano Ronaldo, yang masih menjadi sosok utama di tim, bersama para pemain senior lainnya, datang ke turnamen ini tidak hanya membawa misi meraih gelar, tetapi juga memori kolektif untuk rekan yang telah berpulang.
Bagi Portugal, Piala Dunia 2026 menjadi perjalanan yang bermuatan emosional. Dengan gelang Diogo Jota melingkar di pergelangan tangan setiap pemain, tim ini seolah membawa pesan bahwa setiap langkah, setiap umpan, dan setiap gol yang tercipta di lapangan juga dipersembahkan untuk Jota. Perjuangan mereka di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko bukan lagi sekadar tentang trofi, melainkan tentang menjaga nama seorang sahabat tetap hidup dalam setiap detak pertandingan.
Artikel Terkait
Bintang Timur Surabaya Juara Pro Futsal League untuk Keempat Kalinya Berturut-turut
Empat Personel Polres Bangka Barat Dipecat karena Terbukti Terlibat Narkoba
Tradisi Malam 1 Suro dan Suronan: Sejarah Perpaduan Kalender Jawa-Islam hingga Amalan di Bulan Muharram
Emir Qatar Puji Kepemimpinan Prabowo dan Program Makan Bergizi Gratis, Konfirmasi Kunjungan ke Akhir 2026