Ekspor Korea Selatan Melonjak 16,6% di Februari 2026, Didorong Semikonduktor AI

- Selasa, 17 Maret 2026 | 14:20 WIB
Ekspor Korea Selatan Melonjak 16,6% di Februari 2026, Didorong Semikonduktor AI

Februari 2026 jadi bulan yang menggembirakan bagi perekonomian Korea Selatan. Data terbaru menunjukkan, volume ekspor negara itu meroket dengan pertumbuhan dua digit. Angkanya cukup mencengangkan: 16,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Lonjakan ini, tak bisa dipungkiri, digerakkan oleh permintaan global yang masih sangat kuat terhadap chip semikonduktor.

Menurut Bank of Korea (BOK), tren kenaikan ini sebenarnya sudah berlangsung sejak November tahun lalu. Tapi, momentumnya benar-benar terasa di bulan kedua tahun 2026 ini.

Kalau dirinci, sektor yang paling bersinar adalah komputer, perangkat elektronik, dan optik. Volume ekspornya melesat hingga 50,9 persen secara tahunan. Semua berkat semikonduktor untuk teknologi kecerdasan buatan atau AI yang terus diburu.

Namun begitu, ceritanya berbeda untuk sektor lain. Di sisi lain, nasib ekspor barang pertanian, peralatan listrik, mesin, dan peralatan transportasi justru terpuruk. Angkanya disebut anjlok tajam, meski detail persentasenya tak dijelaskan lebih lanjut.

Dari sisi nilai, ekspor Korea Selatan juga tumbuh pesat, yakni 28,6 persen pada Februari. Memang, laju ini sedikit melambat dibanding ekspansi 37,1 persen di bulan sebelumnya. Tapi tetap saja, ini pertumbuhan yang sehat.

Sementara itu, aktivitas impor juga ikut bergerak. Indeks volumenya naik 10,6 persen, sedangkan indeks nilainya meningkat 7,9 persen. Yang menarik, neraca perdagangan bersih untuk barang justru naik 13,0 persen secara tahunan. Kenapa bisa begitu? Salah satu penyebabnya adalah penurunan harga impor yang terjadi, sehingga rasio harga ekspor terhadap impor menjadi lebih baik.

Secara keseluruhan, performa ekspor Korsel di awal tahun ini cukup solid. Meski ada sektor yang tertinggal, gairah industri semikonduktor ternyata masih mampu menjadi penyelamat dan penopang utama pertumbuhan.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar