Februari 2026 jadi bulan yang menggembirakan bagi perekonomian Korea Selatan. Data terbaru menunjukkan, volume ekspor negara itu meroket dengan pertumbuhan dua digit. Angkanya cukup mencengangkan: 16,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Lonjakan ini, tak bisa dipungkiri, digerakkan oleh permintaan global yang masih sangat kuat terhadap chip semikonduktor.
Menurut Bank of Korea (BOK), tren kenaikan ini sebenarnya sudah berlangsung sejak November tahun lalu. Tapi, momentumnya benar-benar terasa di bulan kedua tahun 2026 ini.
Kalau dirinci, sektor yang paling bersinar adalah komputer, perangkat elektronik, dan optik. Volume ekspornya melesat hingga 50,9 persen secara tahunan. Semua berkat semikonduktor untuk teknologi kecerdasan buatan atau AI yang terus diburu.
Namun begitu, ceritanya berbeda untuk sektor lain. Di sisi lain, nasib ekspor barang pertanian, peralatan listrik, mesin, dan peralatan transportasi justru terpuruk. Angkanya disebut anjlok tajam, meski detail persentasenya tak dijelaskan lebih lanjut.
Dari sisi nilai, ekspor Korea Selatan juga tumbuh pesat, yakni 28,6 persen pada Februari. Memang, laju ini sedikit melambat dibanding ekspansi 37,1 persen di bulan sebelumnya. Tapi tetap saja, ini pertumbuhan yang sehat.
Sementara itu, aktivitas impor juga ikut bergerak. Indeks volumenya naik 10,6 persen, sedangkan indeks nilainya meningkat 7,9 persen. Yang menarik, neraca perdagangan bersih untuk barang justru naik 13,0 persen secara tahunan. Kenapa bisa begitu? Salah satu penyebabnya adalah penurunan harga impor yang terjadi, sehingga rasio harga ekspor terhadap impor menjadi lebih baik.
Secara keseluruhan, performa ekspor Korsel di awal tahun ini cukup solid. Meski ada sektor yang tertinggal, gairah industri semikonduktor ternyata masih mampu menjadi penyelamat dan penopang utama pertumbuhan.
Artikel Terkait
Menaker Terbitkan Aturan Baru, Hanya Enam Bidang Pekerjaan yang Boleh Gunakan Sistem Outsourcing
Kementerian Perdagangan Siap Sesuaikan HET Minyakita, Harga di Pasaran Tembus Rp19.000 per Liter
Penataan Jalan HR Rasuna Said Dikebut, Ditargetkan Rampung Sebelum HUT Jakarta 2026
Konflik Timur Tengah Ancam Investasi Raksasa AI Senilai Rp10.800 Triliun