Prabowo Resmikan Sekolah Rakyat, Targetkan 500 Ribu Siswa dari Keluarga Miskin

- Sabtu, 10 Januari 2026 | 15:48 WIB
Prabowo Resmikan Sekolah Rakyat, Targetkan 500 Ribu Siswa dari Keluarga Miskin

Pekan depan, tepatnya hari Senin, program Sekolah Rakyat akan diresmikan di Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Acara peluncuran ini dipusatkan di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru, yang berlokasi di lingkungan Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Ipul, telah mengonfirmasi hal tersebut. Pengumuman ini disampaikannya dalam sebuah acara di Jakarta, Jumat lalu.

“Hari Senin nanti, Sekolah Rakyat rintisan di 166 titik akan kita resmikan secara serentak,” ujar Gus Ipul.

Gagasan ini berasal langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Intinya sederhana: memberikan perhatian lebih kepada kelompok masyarakat yang kerap terlewatkan dalam proses pembangunan. Caranya? Dengan membuka akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak sekaligus memberdayakan orang tuanya.

Menurut Gus Ipul, program ini masuk dalam tanggung jawab Kementerian Sosial karena memang menjadi bagian strategis dari upaya pengentasan kemiskinan.

“Ini kan bagian dari memutus mata rantai kemiskinan. Anaknya sekolah, keluarganya kita berdayakan. Nanti saat anak lulus, kondisi keluarganya pun sudah naik kelas. Ini sesuatu yang istimewa, dan tentu menjadi legacy Bapak Presiden,” jelasnya.

Latar belakangnya jelas dan mendesak. Data BPS menunjukkan lebih dari tiga juta anak usia sekolah berada dalam kondisi memprihatinkan: tidak sekolah, putus sekolah, atau berisiko tinggi untuk putus. Mereka inilah yang menjadi sasaran program Sekolah Rakyat.

“Saya ingin tekankan, data BPS menunjukkan lebih dari tiga juta anak dalam kondisi itu. Nah, sebagian dari mereka sekarang sudah berada di Sekolah Rakyat,” kata Gus Ipul.

Di mata pemerintah, anak-anak ini adalah calon Generasi Emas 2045. Mereka harus mendapat perhatian negara, sesuai amanat konstitusi yang menyebutkan bahwa fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara.

“Kelihatannya sederhana, tapi sangat mendasar. Makanya, program ini harus kita sukseskan,” tegasnya.

Secara konsep, Sekolah Rakyat dirancang sebagai miniatur pengentasan kemiskinan yang holistik. Pemberdayaan keluarga berjalan beriringan dengan pendidikan anak. Rumah tangga dibantu secara komprehensif, mulai dari keikutsertaan dalam koperasi, bantuan sosial rutin, hingga jaminan kesehatan dan asupan gizi.

Saat ini, sudah lebih dari 15 ribu siswa yang aktif belajar di 166 titik rintisan yang tersebar di berbagai daerah. Proses pembelajarannya didukung penuh teknologi digital. Setiap siswa mendapat laptop, dan kelasnya menggunakan papan tulis digital interaktif.

Yang menarik, kurikulumnya tidak hanya mengejar nilai akademik semata. Pembentukan karakter dan pengembangan keterampilan punya porsi yang sama pentingnya. Bahkan, proses penerimaan siswanya tidak melalui tes akademik konvensional, melainkan pemetaan potensi untuk menemukan talenta unik setiap anak.

Keberlanjutan setelah lulus juga sudah dipikirkan. Pemerintah menyiapkan jalur beasiswa untuk pendidikan tinggi dan membuka akses ke dunia kerja melalui berbagai kerja sama.

Sasaran program ini sangat spesifik: anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang terdata dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) desil 1 dan 2. Tanpa seleksi akademik, mereka langsung diterima.

Target ke depannya cukup ambisius. Selain 166 titik yang sudah berjalan, pembukaan titik rintisan baru terus digenjot untuk mencapai 500 titik pada 2029. Paralel dengan itu, pembangunan sekolah permanen juga sudah dimulai di 104 lokasi, dengan target 200 titik di tahun 2007 mendatang. Sekolah permanen ini nantinya bisa menampung hingga seribu siswa per unit, sehingga target akhir menampung 500 ribu siswa pun bisa tercapai.

Acara peresmian di Banjarbaru nanti rencananya akan dihadiri langsung oleh Presiden Prabowo beserta jajaran menteri Kabinet Merah Putih dan sejumlah kepala daerah. Selain seremoni, acara ini juga akan menjadi panggung bagi siswa untuk memamerkan bakat mereka. Mulai dari atraksi baris-berbaris, pertunjukan teater, paduan suara, hingga pidato dalam berbagai bahasa asing.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar